AGAM, ONtime.ID – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Lazuardi Erman, menyalurkan bantuan mesin pencacah pelepah kelapa sawit dan jagung kepada dua kelompok tani di Jorong Puduang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Selasa (13/10/2026).
Bantuan yang bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) tersebut ditujukan untuk mendukung pengolahan bahan baku pakan ternak dan kompos, sekaligus mendorong pemanfaatan hasil samping perkebunan agar lebih produktif dan bernilai ekonomi.
Dua kelompok tani penerima bantuan tersebut adalah Kelompok Tani Amanah dan Kelompok Tani Baluka Kubak. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Lazuardi dengan disaksikan unsur pemerintah daerah dan perwakilan instansi terkait.
Lazuardi menjelaskan, mesin pencacah itu diharapkan dapat mempermudah petani mengolah pelepah sawit dan jagung menjadi bahan pakan ternak dengan ukuran lebih kecil sehingga lebih mudah dimanfaatkan dalam proses pemberian pakan.
“Bantuan ini kami persiapkan untuk mengolah pelepah sawit dan jagung menjadi pakan ternak serta kompos agar teksturnya lebih halus sehingga mudah dikonsumsi ternak,” ujar Lazuardi.
Menurutnya, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut disesuaikan dengan potensi wilayah Kecamatan Ampek Nagari yang memiliki areal perkebunan kelapa sawit cukup luas serta populasi ternak yang mendukung pengembangan usaha peternakan.
Potensi tersebut, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketersediaan pakan ternak berbahan baku lokal. Dengan dukungan mesin pencacah, petani diharapkan mampu mengolah hasil samping perkebunan secara lebih efektif sekaligus mengurangi bahan yang tidak termanfaatkan.
“Wilayah ini sangat potensial dijadikan lumbung pakan ternak, sehingga keberadaan mesin pencacah ini dapat meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas para petani,” katanya.
Selain di Kabupaten Agam, Lazuardi menyebutkan program bantuan serupa juga menjangkau Kabupaten Pasaman Barat. Di daerah tersebut, sebanyak dua unit mesin pencacah pakan ternak turut disalurkan untuk mendukung kebutuhan pakan berbahan baku pelepah sawit.
“Untuk Pasaman Barat, kami salurkan dua unit mesin pencacah karena kebutuhan pakan ternak berbahan baku pelepah sawit di sana juga sangat tinggi,” tutur politikus Fraksi Partai Golkar itu.
Lazuardi juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan pemerintah harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk melalui kelompok tani yang memenuhi persyaratan administrasi. Menurutnya, mekanisme tersebut diperlukan agar bantuan dapat disalurkan sesuai peruntukan dan dimanfaatkan secara kelembagaan.
Camat Ampek Nagari, Zulwardi, mengapresiasi bantuan tersebut. Ia menilai dukungan peralatan dapat membantu petani memanfaatkan hasil samping perkebunan menjadi bahan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
“Sinergi dan dukungan melalui dana Pokir ini sangat membantu petani kami dalam mengolah limbah perkebunan menjadi pakan ternak bernilai ekonomi,” ungkap Zulwardi.
Penyerahan bantuan itu turut dihadiri pejabat dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat serta Dinas Pertanian Kabupaten Agam. Wali Nagari Bawan dan tokoh masyarakat setempat juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Melalui bantuan ini, pemanfaatan pelepah sawit dan jagung diharapkan dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif penyediaan bahan baku pakan ternak dan kompos, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas kelompok tani di Kabupaten Agam. (*)












