Kab. Solok

74 Wali Nagari Protes Kerja Sama Dengan PDAM

303
×

74 Wali Nagari Protes Kerja Sama Dengan PDAM

Sebarkan artikel ini
pdam
Puluhan Wali Nagari Kabupaten Solok memprotes layanan PDAM yang tidak bisa dinikmati oleh masyarakat setempat, namun dialirkan ke daerah lain dalam Musrenbang Selasa (29/3).

SOLOK, ONTIME.ID—Polemik tentang air bersih pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Solok kian memanas.

Masyarakat yang berada di lokasi sumber air bersih justru tidak merasakan kesegaran air tersebut. Mirisnya, air tersebut disalurkan ke Kota Solok.

Puncak kekecewaan ini disampaikan oleh seluruh wali nagari di Kabupaten Solok kepada Bupati Epyardi Asda saat Musyawarah Rencanan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023 di ruang Solok nan Indah, Arosuka, Kabupaten Solok pada Selasa (29/3).

Sejumlah wali nagari dan tokoh masyarakat meminta bupati bertindak tegas terkait kerja sama air dengan PDAM Kota Solok. Bahkan jika hal tersebut tidak tindak dengan segera masyarakat dikhawatirkan akan memprotes dengan memblokir saluran air tersebut.

“Kami khawatir masyarakat akan bertindak. Karena ada 200 kepala keluarga yang antri meminta disambungkan air PDAM ke rumah mereka. Padahal sumber airnya di nagari kami, melewati nagari kami tapi kami tidak menikmati airnya tapi justru ke Kota Solok,”tutur Wali Nagari Selayo, Ronald Reagen.

Ia pun bahkan menjadi sasaran kekecewaan warga atas polemik air PDAM itu. Bupati diminta untuk segera bertindak agar air dari nagarinya juga bisa dinikmati oleh masyarakat setempat, bukan hanya dialirkan ke PDAM Kota Solok.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wali Nagari Koto Sani Deswandi. Bahkan ia mengakui, masyarakatnya sudah membayar agar air PDAM bisa masuk ke rumahnya. Namun, sampai saat ini terlaksana.

“Masyarakat bisa menyalahkan saya. Mereka kecewa sumber air banyak di Kabupaten Solok tetapi justru masuk ke daerah lain. Kami meminta kepada Pak bupati untuk segera menindaklanjuti ini,”katanya.

Merasakan dampak yang sama soal air bersih yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, 74 wali nagari yang hadir menyatakan sikap siap untuk mendorong bupati atau pemerintah Kabupaten Solok melakukan tindakan menyelesaikan kerja sama dengan PDAM Kota Solok.

“Kami seluruh wali nagari mendesak Bupati Solok untuk mengkaji ulang perjanjian kerja sama dengan PDAM Kota Solok. Karena dalam kontrak kerjasama yang lama sudah tak sesuai dengan masyarakat Kabupaten Solok, ” ucap mereka kompak.

Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Bupati Solok Epyardi Asda. Ia menyatakan akan segera membahas masalah tersebut dengan jajarannya.

“Perlu saya sampaikan, untuk PDAM Kabupaten Solok itu sudah saya benahi semua internalnya. Bahkan kam sudah Pansel Dirut PDAMnya. Terkait permintaan masyarakat melalui pak wali semua. Kami juga mengupayakan potensi yang ada di Kabupaten Solok ini juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Solok sendiri. Inshaallah kita kaji ulang kembali (kerja sama dengan PDAM Kota Solok),”ucapnya.

Epyardi juga meminta masyarakat untuk menahan diri. Tidak melakukan aksi pemblokiran pipa PDAM.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah sumber air PDAM Kota Solok berada di Kabupaten Solok. Bahkan saat ini ada meteran air yang sudah rusak, sehingga patokan kerja sama dalam pembayaran berdasarkan meteran air tidak diketahui. Tak hanya itu, nilai air yang dibayarkan PDAM Kota ke Pemkab Solok dinilai tidak sesuai. (red)