Kab. Solok

Pemimpin yang Baik Membuat Sekolah Tahfiz

226
×

Pemimpin yang Baik Membuat Sekolah Tahfiz

Sebarkan artikel ini
Bupati Solok Epyardi Asda bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) di kediaman pribadi bupati di Nagari Singkarak, Kabupaten Solok pada MInggu (27/3). Dalam tausiahnya, UAS mengatakan pemimpin harus bisa menolong agama Allah. Salah satunya dengan mendirikan sekolah tahfiz. 

AROSUKA, ONTIME.ID—Ustaz Abdul Somad atau yang biasa dipanggil (UAS) hadir di Masjid Agung Darussalam Islamic Center Koto Baru, Kabupaten Solok pada Minggu (27/3) pukul 10.00 WIB.

Kehadiran ustaz kondang tersebut dalam rangka tablig akbar untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Solok ke-109 dan menyambut bukan suci Ramadan.

Sebelumnya, UAS yang datang bersama tim bersama sempat sarapan di rumah Bupati Solok Epyardi Asda dan Ketua TP-PKK Emiko Epyardi Asda di Singkarak.

UAS yang datang dari Bukittinggi tersebut mengakui keindahan alam Kabupaten Solok.

Dikatakannya, masyarakat Kabupten Solok sangat berbahagia, karena pada ulang tahun yang ke-109 negerinya gemah ripah loh jinawi, cantik dan indah.

“Di sebelah kanan di tengah perjalan tadi saya melihat Sawah Solok yang indah. Rasanya ingin berhenti sejenak di sana untuk kultum 5 menit saja,”ujarnya mengagumi.

Tak hanya itu, UAS juga mendukung beras Solok untuk lebih dikenal secara nasional. Bahkan UAS sempat membuat pantun saat penyerahan beras Solok dari bupati.

“Duduk di taman sampai talalok. Belum makan kalau belum makan bareh Solok,”ucap UAS.

Disampaikannya, ia bangga jika ada pemimpin yang memanfatkan kekuasannya untuk menolong agama Allah. Bagi UAS orang yang memiliki kekuasaan dan jabatan mudah untuk berjuang di jalan Allah.

Salah satu menurutnya yang patut ditiru adalah dengan mendirikan pesantren tahfiz qur’an.

“Tadi saya di rumah bupati saya sangka anak-anak itu seperti di tempat bupati dan wali kota lainnya yang “naturalisasi”. Tapi saat saya tanya (ke bupati) siapa mereka ternyata santri penghafal Al-Qur’an. SMP 3 tahun lalu tamat hafal Al-Qur’an 30 juz,”ujarnya.

Lalu kata UAS ia mencoba menguji anak tersebut dengan menyapanya dengan bahasa Arab, dan dijawab dengan lancar.

“Saya tanya (pakai bahasa Arab) bisa,dan ini (pesantren) sudah tamat dua angkatan. Saya coba tanya lagi (ke bupati) ini sekolah punya pemda Pak? Bukan pribadi, limited edition,”ujar UAS menirukan jawaban Bupati Solok Epyardi Asda.

UAS juga mengingatkan kepada seluruh bupati, wali kota dan gubernur se Indonesia agar memanfaatkan jabatannya sesuai dengan anjuran agama.

“Saya sampaikan, bahwa jabatan tidak lama hanya dua periode itu pun kalau dipilih orang. Kadang belum sampai dua periode malaikat maut sudah datang. Tapi ada yang abadi yakni buatlah sekolah tahfiz qur’an. Mumpung rezeki masih diberikan Allah. Ketika Allah berikan jabatan dan kekuasan pakailah menolong agama Allah,”tuturnya.

Disampaikannya, banyak ia temuai pejabat yang terlena dengan jabatan dan kekuasan lalu melupakan tahfiz Qur’an, melupakan masjid. Tapi setelah selesai jabatan baru datang ke masjid.

“Terakhir saya ucapkan selamat hari jadi Kabupaten Solok ke 109 semoga pemimpinnya adil dan amanah rakyatnya makmur dan sejahtera dan negeri Kabupaten Solok menjadi negeri baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.Mari kita berdoa agar pemimpin kita dilindungi dari perbutan zalim dan aniaya serta dipanjangkan umur dan dimurahkan rezekinya.

Bupati Solok Epyardi Asda yang hadir mendapingi UAS mengatakan, ia sangat bangga atas kehadiran tuan guru Ustaz Abdul Somad ke Kabupaten Solok.

Ia berharap masyarakat Kabupaten Solok yang hadir menimba ilmu UAS dapat mengimplemantasikannya dalam kehidupan.

“Saya hanya berdoa mengharap ridho Allah semua pencerahan  semua ilmu yang diberikan guru kita bisa menjadi pedoman dalam menatap kehidupan yang lebih  baik dan menghadapi tantangan dan cobaan. Semoga ini semua bisa kita implementasikan,”ucapnya. (RED)