Olahraga

Bagnaia Lebih Mirip Lorenzo

507
×

Bagnaia Lebih Mirip Lorenzo

Sebarkan artikel ini
Bagnaia
Jadi anak didik Valentino Rossi, Francesco Bagnaia justru dinilai mirip Jorge Lorenzo. Sang pembalap Ducati Lenovo kerap menjadi yang terdepan musim ini dan difavoritkan untuk kembali menjadi juara dunia.

JAKARTA, ONTIME.ID–Jadi anak didik Valentino Rossi, Francesco Bagnaia justru dinilai mirip Jorge Lorenzo. Sang pembalap Ducati Lenovo kerap menjadi yang terdepan musim ini dan difavoritkan untuk kembali menjadi juara dunia.

 

Cristian Gabarrini selaku kepala mekanik Ducati mengatakan bahwa Bagnaia sangat peka dalam berbagai aspek. Menurutnya, Bagnaia memiliki kesamaan dengan legenda MotoGP, Jorge Lorenzo. Gabarrini menilai bahwa Pecco sapaan akrab Bagnaia bisa memperpanjang tren positifnya di MotoGP musim ini. Dia pun diperkirakan bakal mendominasi lagi di paruh kedua musim ini.

Saat ini Pecco masih berada di puncak klasemen MotoGP 2023. Anak didik Valentino Rossi itu sukses mengoleksi poin sebanyak 251. Angka tersebut jauh mengungguli Jorge Martin yang duduk di peringkat kedua dengan 189 poin.

“Saya sangat menyukai [Andrea] Dovizioso, tetapi Pecco lebih sensitif. Bagnaia lebih melekat pada hal-hal tertentu, anggap saja seperti itu. Menurut saya, Andrea lebih unggul di area tertentu, sedangkan Pecco selalu mengincar kemenangan. Saya juga melihat hal ini pada Jorge Lorenzo, mereka berusaha memberikan yang terbaik secara ekstrem,”katanya.

Tak hanya itu, Bagnaia disebut sangat sensitif dalam berbagai aspek. Gabarrini pun mengaku terkesan dengan komentar-komentar yang disampaikan oleh Pecco setelah balapan. “Sungguh, Bagnaia sangat-sangat sensitif dalam segala aspek: aerodinamis, sasis, mesin dan sering kali, komentarnya membuat kami takjub,”ujar Gabarrini.

Meski telah menjadi pembalap MotoGP paling populer di era saat ini, namun tidak banyak yang tahu Pecco adalah anak dari seorang pegawai perusahaan aksesori. Sebab, kisah unik Francesco Bagnaia itu memang jarang diulas.

Pecco lahir di Kota Turin, Italia, 14 Januari 1997. Ayahnya adalah pegawai di sebuah perusahaan aksesori, begitu pula dengan ibunya. Pecco mulai menyukai sepeda motor setelah melihat sang ayah yang kerap bersaing dengan pamannya di kejuaraan amatir. Di usianya yang menginjak enam tahun, ia mendapat hadiah motor motocross Beta 50cc.Di usia delapan tahun, Pecco mendapat sepeda motor balap pertamanya yang kemudian dipakai di Kejuaraan Nasional Italia. Itu menjadi balapan pertama yang terus digeluti hingga berusia 10 tahun.

 

Pada 2009, Pecco mulai beralih pada sepeda motor dengan gigi. Ia memenangi kejuaraan pertamanya di kelas 50cc pada ajang ajang ZPF di Viterbo. Setelah itu, Pecco juga menjadi runner-up di Kejuaraan Italia dan menjadi juara di Kejuaraan Eropa tiga putaran.

Pada 2010, Pecco mulai mendapat latihan dari Emilio Alzamora. Di tahun yang sama, dirinya juga naik ke kelas Metrakit Pre GP 125 cc. Di kelas tersebut, ia finis di posisi ketiga klasemen 2011 dan 2012 dengan torehan lima podium, termasuk dua kemenangan.

Tiga tahun kemudian, Federasi Balap Motor Italia meminta Pecco menjadi perwakilan di Kejuaraan Dunia Moto3. Meski debutnya kurang ciamik, ia berhasil menarik perhatian legenda MotoGP Valentino Rossi. The Doctor kemudian memintanya masuk ke Akademi VR46.Tepat pada 2014, Pecco mulai tampil bersama Sky Racing Team VR46. Sayangnya, ia mengalami kecelakaan hebat yang menyebabkan cedera sehingga absen di sejumlah seri.

 

Setahun berselang, Pecco pindah ke Mahindra dan meraih podium pertamanya di Moto3. Ia bertahan di tim tersebut hingga Moto3 2016 sebelum akhirnya memutuskan promosi ke Moto2 pada 2017.Di kelas Moto2, Bagnaia kembali ke Sky VR46 dan menjadi rookie mengerikan. Setahun kemudian, ia sukses meraih gelar juara dunia Moto2 bersama tim milik Valentino Rossi itu. Performa itu membuatnya dilirik Ducati pada 2019 dan ditempatkan di tim satelit Pramac Ducati. Di kelas teratas ini, performanya terus meningkat hingga menjadi juara dunia pada 2022. (vand)