Kab. Solok

Longsor Tambang di Solok Sisakan Luka Mendalam

344
×

Longsor Tambang di Solok Sisakan Luka Mendalam

Sebarkan artikel ini
Tambang
RISKI Adrikul Putra (21) asal Nagari Salimpek, salah seorang korban yang mengalami luka dan cedera patah tulang akibat tambang yang longsor di Kabupaten Solok tengah terbaring di rumah sakit.

SOLOK, ONtime.ID—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok melaporkan, jumlah korban yang teridentifikasi sebanyak 25 orang. Dari jumlah itu, 13 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 12 lainnya selamat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok melalui Kabid Kebencanaan, Nopelius Tanjung menyebutkan, korban meninggal sudah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dikebumikan. Sementara korban selamat sebagian masih berada dalam perawatan di sejumlah rumah sakit.

Meski semua korban telah berhasil dievakuasi, namun peristiwa ini menyisakan pilu bagi keluarga korban. Harapan untuk membawa pulang sekeping emas, berakhir tragis. Mereka hanya pulang nama dengan jasad yang terbujur kaku.

Riski Adrikul Putra (21) asal Nagari Salimpek, salah seorang korban yang mengalami luka dan cedera patah tulang akibat tambang yang longsor di Kabupaten Solok menceritakan, kejadian naas yang menimpanya tersebut bermula saat ia dan kawan-kawannya dengan jumlah mencapai puluhan orang turun ke lubang tambang sesaat setelah hujan berhenti.

“Namun, baru saja sampai turun ke dasar lubang, seorang teman yang masih berada di pondok kemudian berteriak memberi peringatan kepada kami agar segera lari dari lokasi tersebut,” ujarnya, Minggu (29/9).

Akan tetapi, tak sampai hitungan detik, material longsor dengan jumlah besar tersebut sudah jatuh, sehingga ia dan kawan-kawannya tidak sempat lari dan menghindar dari kejadian tidak diinginkan tersebut, yang kemudian mematahkan tangan kanannya.

Dari pengakuan Riski, ia dan puluhan lainnya yang selamat dari musibah itu, terselamatkan karena terdorong ke tepi lubang tambang akibat gelombang air yang tercipta saat material longsor mengisi lubang dan menggantikan posisi air.

Riski menyebutkan, di lokasi terdapat lebih kurang 30 lubang dengan ratusan penambang, yang berasal dari berbagai daerah di tiga kabupaten terdekat. Lubang tambang tersebut berada di tepi tebing yang tingginya mencapai lebih kurang 20 meter. (*)