Kab. Padang Pariaman

Yayasan Berkah Bersama Wijaya Siapkan Menu Bergizi untuk Balita, Siswa SD dan Ibu Menyusui

264
×

Yayasan Berkah Bersama Wijaya Siapkan Menu Bergizi untuk Balita, Siswa SD dan Ibu Menyusui

Sebarkan artikel ini
MBG
Yayasan Berkah Bersama Wijaya Siapkan Menu Bergizi untuk Balita, Siswa SD dan Ibu Menyusui

LUBUAK ALUNG, ONtime.ID — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh tim Yayasan Berkah Bersama Wijaya kembali menyiapkan distribusi menu bergizi bagi masyarakat di wilayah Lubuak Alung. Selama tiga hari ke depan, dapur MBG menyiapkan paket makanan sehat yang difokuskan untuk balita, siswa sekolah dasar, serta ibu menyusui.

Persiapan menu tersebut dikelola oleh dapur SPPG (Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi) yang berada di wilayah Lubuak Alung. Dua dapur yang menjadi pelaksana utama program ini adalah SPPG Lubuak Alung 01 dan SPPG Lubuak Alung 03, yang selama ini dikenal aktif menjalankan program pemenuhan gizi bagi kelompok rentan.

Menu yang disiapkan terdiri dari paket makanan dengan komposisi gizi seimbang serta tambahan buah segar seperti apel dan pisang. Seluruh bahan dipastikan dalam kondisi segar dan melalui proses seleksi sebelum diolah oleh tim dapur.

[irp posts=”34438″ ]

Tim MBG menyebutkan bahwa setiap menu dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rasa, tetapi juga untuk memastikan kecukupan nutrisi bagi penerima manfaat. Penyesuaian komposisi makanan dilakukan berdasarkan kelompok sasaran agar sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing.

Bagi balita dan siswa SD, menu disusun untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Sementara bagi ibu menyusui, komposisi makanan difokuskan pada nutrisi yang dapat membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung produksi ASI.

Anggaran MBG Dijelaskan Terbuka

Pengelola program dari Yayasan Berkah Bersama Wijaya, H. Wijaya Rahmat, menjelaskan bahwa alokasi anggaran program MBG memiliki perbedaan berdasarkan kelompok usia penerima manfaat.

Menurutnya, selama ini masih terdapat persepsi keliru di masyarakat mengenai besaran anggaran yang digunakan dalam program tersebut.

“Untuk balita sampai siswa kelas 4 SD, anggaran bahan makanan per anak sebesar Rp8.000. Sedangkan untuk siswa kelas 4 SD ke atas hingga SMA, anggaran bahan makanan mencapai Rp10.000,” jelasnya.

[irp posts=”34435″ ]

Ia menambahkan bahwa angka Rp15.000 yang sering disebut masyarakat sebenarnya merupakan total alokasi anggaran untuk kelompok usia lebih besar, yang mencakup berbagai komponen operasional.

Rinciannya terdiri dari Rp10.000 untuk bahan makanan, Rp2.000 untuk biaya fasilitas dapur seperti sewa tempat, peralatan, dan infrastruktur, serta Rp3.000 untuk operasional seperti gaji karyawan, listrik, dan internet.

Sementara itu, standar anggaran yang ditetapkan oleh Yayasan Berkah Bersama Wijaya mencapai Rp13.000 per anak untuk kelompok balita hingga kelas 4 SD dan Rp15.000 untuk kelompok usia di atasnya.

Menu Disusun Menyesuaikan Anggaran

Dengan anggaran bahan makanan sebesar Rp8.000 untuk kelompok usia kecil, tim dapur menyusun menu secara cermat agar tetap memenuhi standar gizi.

Sebagai contoh, satu paket menu dapat terdiri dari telur dengan biaya sekitar Rp2.000, jeruk Rp2.000, kue Rp2.000, serta tambahan pisang dan camilan sekitar Rp1.000.

Selain itu, tim dapur juga memasukkan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, termasuk kacang tujin, untuk melengkapi kebutuhan nutrisi.

[irp posts=”34432″ ]

Menurut pengelola, meskipun komposisi menu terkadang terlihat sederhana, seluruh bahan dipilih untuk memastikan kandungan gizi tetap terpenuhi.

“Yang utama bukan sekadar tampilan makanan, tetapi manfaat gizinya. Jika ada komponen yang dianggap kurang menarik, biasanya kami mengganti atau menambah komponen lain agar tetap seimbang,” ujar Wijaya Rahmat.

Proses Dapur Mengikuti Standar Keamanan Pangan

Seluruh proses pengolahan makanan di dapur SPPG dilakukan mengikuti standar keamanan pangan yang ketat. Mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, hingga pengemasan dilakukan secara terkontrol untuk menjaga kualitas makanan yang dibagikan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pengelola untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG yang berjalan di wilayah Lubuak Alung.

Belakangan ini, dokumentasi persiapan menu yang diunggah di media sosial juga mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga memuji kualitas bahan makanan serta tampilan menu yang dinilai menarik dan layak dikonsumsi oleh anak-anak.

[irp posts=”34432″ ]

Harap Dukungan Masyarakat

Pihak yayasan berharap masyarakat dapat memahami struktur anggaran dan mekanisme kerja program MBG agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pengelolaannya.

Menurut Wijaya Rahmat, dukungan masyarakat sangat penting agar program pemenuhan gizi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi kelompok yang membutuhkan.

“Kami berharap masyarakat memahami rincian program ini sehingga tidak terjadi salah persepsi. Program MBG ini dijalankan dengan amanah dan kami ingin terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui pengelolaan dapur yang transparan dan penyusunan menu berbasis gizi, program MBG di Lubuak Alung diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak serta mendukung kesejahteraan ibu menyusui di wilayah tersebut. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID