Kab. Solok Selatan

Pemkab Solok Selatan Dorong UMKM Naik Kelas, Pelaku Usaha Diminta Siap Bersaing di Tengah Tekanan Ekonomi

167
×

Pemkab Solok Selatan Dorong UMKM Naik Kelas, Pelaku Usaha Diminta Siap Bersaing di Tengah Tekanan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
UMKM
Pemkab Solok Selatan Dorong UMKM Naik Kelas, Pelaku Usaha Diminta Siap Bersaing di Tengah Tekanan Ekonomi

SOLOK SELATAN, ONtime.ID — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat langkah percepatan pengembangan sektor UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Di tengah tekanan ekonomi global dan persaingan pasar yang semakin ketat, pemerintah daerah menilai pelaku usaha lokal harus didorong agar tidak sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas dan bersaing lebih luas.

Komitmen itu diwujudkan melalui Pelatihan Teknis Pembuatan Kue Tampah dalam rangka Akselerasi UMKM Naik Kelas yang digelar Dinas Perindagkop dan UKM Solok Selatan di Aula Hotel Pesona Alam Sangir, Rabu (06/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi yang mewakili Bupati Solok Selatan, unsur OPD terkait, perwakilan Polres Solok Selatan, para camat, serta pelaku UMKM dan IKM dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutan Bupati Khairunas yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa UMKM dan IKM memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Bahkan, sektor ini dinilai menjadi penyelamat ekonomi nasional saat berbagai krisis melanda, mulai dari krisis moneter 1998 hingga pandemi Covid-19.

“Pemberdayaan UMKM dan IKM menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan periode 2025–2030 dalam mewujudkan Solok Selatan makin maju dan sejahtera,” ujar Syamsurizaldi saat membacakan sambutan Bupati.

Pemerintah daerah menilai daya tahan UMKM selama masa krisis harus diimbangi dengan kebijakan nyata yang berpihak kepada pelaku usaha kecil. Karena itu, pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, hingga kemudahan akses permodalan menjadi fokus utama yang terus diperkuat melalui sinergi pemerintah, perbankan, BUMN, dan sektor swasta.

Komitmen tersebut, lanjutnya, telah dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Solok Selatan Tahun 2025–2029, khususnya pada misi peningkatan ekonomi kerakyatan dan penguatan daya saing daerah.

Data pemerintah daerah menunjukkan saat ini terdapat 1.567 unit Industri Kecil Menengah di Solok Selatan. Jumlah tersebut terdiri dari 791 IKM agro dan pangan serta 776 IKM non-agro. Angka ini memperlihatkan potensi ekonomi masyarakat yang cukup besar, namun masih membutuhkan pendampingan serius agar mampu berkembang lebih kompetitif.

Sejumlah sentra industri rumah tangga juga mulai tumbuh di berbagai wilayah. Di antaranya sentra olahan durian di Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir, sentra makanan ringan di Kecamatan Pauh Duo, hingga sentra pengolahan kopi di Kecamatan Sangir.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM masih cukup kompleks, mulai dari keterbatasan modal, kualitas kemasan produk, pemasaran digital, hingga kemampuan bersaing di pasar yang lebih luas. Karena itu, pelatihan teknis seperti ini dinilai penting agar pelaku usaha tidak berjalan sendiri menghadapi tekanan ekonomi yang terus berubah.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan benar-benar melahirkan pelaku UMKM yang produktif, inovatif, dan mampu menciptakan produk unggulan daerah yang memiliki nilai jual tinggi di pasar regional maupun nasional. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID