Politik

Cegah GAKI, Indra Catri Dorong Warga Agam Tak Abaikan Garam Beriodium

622
×

Cegah GAKI, Indra Catri Dorong Warga Agam Tak Abaikan Garam Beriodium

Sebarkan artikel ini
GAKI
Cegah GAKI, Indra Catri Dorong Warga Agam Tak Abaikan Garam Beriodium

AGAM, ONtime.ID — Persoalan kekurangan iodium tidak boleh dipandang sebagai isu kesehatan biasa. Dampaknya dapat menyentuh kualitas tumbuh kembang manusia dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pencegahan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) harus dimulai dari hal sederhana di tingkat rumah tangga.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Sumatera Barat, Indra Catri, saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) di Ladang Hutan, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Minggu (9/8/2026).

Indra Catri menegaskan, kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama pembangunan. Pemerintah tidak cukup hanya membangun infrastruktur, tetapi juga harus memastikan masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai untuk menjaga kesehatan sejak dari lingkungan keluarga.

“Iodium merupakan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh, terutama untuk mendukung fungsi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon yang berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia,” ujar Indra.

Ia menjelaskan, kekurangan iodium dapat menimbulkan berbagai persoalan kesehatan. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, termasuk kapasitas intelektual apabila terjadi dalam periode penting pertumbuhan.

Karena itu, pencegahan GAKI membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam pengaturan dan pengawasan, sementara masyarakat memiliki peran penting melalui pilihan pangan dan kebiasaan konsumsi sehari-hari.

Jangan Asal Membeli Garam

Indra mengatakan, Perda Nomor 19 Tahun 2018 merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan GAKI di Sumatera Barat.

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah pengawasan terhadap peredaran garam konsumsi agar memenuhi ketentuan kandungan iodium sesuai standar yang berlaku.

“Melalui perda ini, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap garam konsumsi yang beredar di masyarakat. Garam yang dikonsumsi harus memenuhi standar kandungan iodium agar manfaat kesehatannya dapat dirasakan secara optimal,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar mempertimbangkan harga ketika membeli garam untuk kebutuhan rumah tangga. Produk yang digunakan sebaiknya dipastikan merupakan garam konsumsi beriodium sesuai ketentuan.

Menurutnya, langkah tersebut memang terlihat sederhana, tetapi memiliki arti penting jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan GAKI. Mari kita biasakan menggunakan garam beriodium di rumah tangga demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutur Indra.

Warga Antusias Bertanya

Sosialisasi tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi. Masyarakat Ladang Hutan juga diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar pemenuhan gizi keluarga serta langkah pencegahan GAKI.

Antusiasme warga terlihat dari interaksi selama sesi tanya jawab. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan gizi keluarga menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan tersebut.

Indra menilai pemahaman masyarakat harus terus diperkuat karena keberhasilan program kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pencegahan GAKI, kata dia, pada akhirnya harus menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sosialisasi.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya kecukupan iodium dan lebih teliti memilih garam konsumsi. Kesadaran tersebut diharapkan menjadi bagian dari pola hidup sehat keluarga sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Sumatera Barat.

Pesannya jelas: jangan menunggu gangguan kesehatan muncul baru peduli. Pencegahan GAKI harus dimulai dari pilihan sederhana di meja makan setiap hari. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID