PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman resmi mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman menjadi RSUD Muslim Kasim.
Perubahan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap almarhum Muslim Kasim, mantan Bupati Padang Pariaman dua periode yang dinilai memiliki kontribusi dalam pembangunan fasilitas kesehatan daerah.
Peresmian nama baru tersebut berlangsung di Parik Malintang, Senin. Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyebut perubahan nama itu bukan sekadar pergantian identitas rumah sakit, tetapi momentum untuk mengenang sekaligus mengabadikan pengabdian salah seorang tokoh penting daerah.
Menurut John Kenedy Azis, Muslim Kasim yang pernah menjabat Bupati Padang Pariaman periode 2000–2005 dan 2005–2010 merupakan sosok yang memberikan perhatian terhadap pembangunan daerah, termasuk sektor kesehatan.
Muslim Kasim kemudian dipercaya sebagai Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2010–2015.
“Momentum ini untuk mengenang, menghargai, dan mengabadikan jasa seorang putra terbaik Padang Pariaman, Bapak Muslim Kasim (almarhum),” ujar John Kenedy Azis.
Namun, perubahan nama tersebut juga membawa pesan yang jauh lebih besar bagi pengelola rumah sakit. Bupati menegaskan, penghormatan terhadap nama seorang tokoh harus dibuktikan melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, RSUD Muslim Kasim tidak boleh berhenti pada perubahan papan nama, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam pelayanan kesehatan.
John Kenedy Azis meminta manajemen rumah sakit memperkuat kualitas sumber daya manusia dengan merekrut tenaga kesehatan profesional sesuai kebutuhan pelayanan.
Ia juga menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang menjadikan perubahan nama tersebut sebagai titik awal membangun semangat baru dalam mengembangkan rumah sakit.
Peningkatan kompetensi, inovasi, penguatan tata kelola dan pelayanan yang tidak diskriminatif menjadi sejumlah hal yang ditekankan.
Pesan tersebut menjadi penting karena keberadaan rumah sakit daerah pada akhirnya diukur bukan dari nama yang terpampang di depan gedung, melainkan dari kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga mereka.
Direktur RSUD Muslim Kasim, dr. Efriyeni, mengatakan rumah sakit tersebut mulai memberikan pelayanan pada 23 Mei 2009 dan sejak saat itu terus mengalami berbagai tahapan pengembangan.
Menurutnya, penetapan nama Muslim Kasim merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengabdian almarhum yang pernah memimpin Padang Pariaman sekaligus memiliki keterkaitan dengan sejarah berdiri dan berkembangnya rumah sakit tersebut.
Sementara itu, putra pertama almarhum Muslim Kasim, Hari Husnan Kurniawan, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas penetapan nama tersebut.
Bagi keluarga, nama yang kini melekat pada rumah sakit tersebut bukan sekadar penghormatan, tetapi juga amanah untuk menjaga nilai pengabdian yang pernah ditanamkan Muslim Kasim.
“Kami merasa bangga dan bersyukur. Di balik nama itu terdapat sebuah amanah yang besar,” ujarnya.
Kini, setelah nama RSUD Padang Pariaman resmi berubah menjadi RSUD Muslim Kasim, tantangan berikutnya berada di tangan manajemen dan seluruh jajaran rumah sakit untuk menjadi yang lebih baik.













