Kab. Solok Selatan

Nagari Tageh di Solsel Dievaluasi

450
×

Nagari Tageh di Solsel Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
EVALUASI nagari tageh yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Solok Selatan dan Tim Pusat Studi Komunitas Unand, di Aula Tansi Ampek, Solok Selatan, Kamis (10/3).

SOLOK SELATAN, ontime.id—Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan (Solsel) bersama Tim Pusat Studi Komunitas Unand melakukan evaluasi Nagari Tageh Ekonomi pada Sub Unit Kegiatan Peternakan Ayam di Aula Tansi Ampek, Kamis (10/3).

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Tim Pusat Studi Komunitas Unand dalam melakukan pembinaan secara langsung dan berkala untuk nagari tageh di Solok Selatan.

“Perjuangan tim sangat luar biasa dalam melakukan pembinaan ini. Apalagi pendampingan secara langsung ke lapangan. Di mana hal ini sebagai upaya dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui usaha peternakan ayam ini,” ujar Yulian Efi.

Yulian Efi dalam evaluasinya itu juga menekankan perlunya dilakukan peningkatan terhadap kiat-kiat dan motivasi dalam mengembangkan nagari tageh agar menjadi lebih baik lagi, melalui pengembangannya pada unit usaha ayam broiler tersebut.

“Evaluasi ini tentu juga mengkaji terkait kelemahan-kelemahan selama pengelolaannya. Tentu ke depannya kita mengharapkan agar Tim Pusat Studi Unand senantiasa melakukan pendampingan secara maksimal uintuk nagari tageh ini nantinya,” ujarnya.

Sementara itu, dari Tim Pusat Studi Komunitas Unand, Andani Eka Putra juga menyebutkan bahwa dalam pengelolaan di bidang peternakan oleh nagari tageh, secara konsep tidak boleh gagal dan harus ditingkatkan.

“Dari data temuan di lapangan, tercatat sekitar 60 hingga 70 persen dikatakan berhasil dalam pengelolaannya. Hanya ada 2 nagari seperti Abai dan Kapau Alam Pauh Duo yang masih mengalami kendala,” ujarnya.

Melihat kondisi pakan ternak yang mahal, Andani Eka Putra juga mengusulkan agar nagari tageh juga membentuk konsorsium melalui BUMNag, yang mana setiap BUMNag dapat melakukan investasinya dengan pembentukan konsorsium bumnag tersebut.

“Konsorsium bumnag yang kami maksud bisa saja membentuk usaha toko penjualan pakan ternak oleh BUMNag langsung. Jika diterapkan, tim Unand juga akan siap melakukan pendampingannya. Dan tentu hal ini juga untuk meminimalisasi masalah pakan ternak yang terus meningkat ini,” ujarnya.

Andani Eka Putra juga hendak merencanakan pembentukan rumah potong ayam sebagai salah satu solusi dalam pemasaran. Menurut Andani, dengan adanya rumah potong ayam tersebut, akan sangat membantu dalam pemasarannya secara berkelanjutan. Andaipun harga ayam nantinya murah, juga dapat dilakukan penyimpanan langsung melalui kemasan frozen food, sehingga pasarnya jelas dan juga bermanfaat.

“Tentu dengan adanya dukungan langsung dari pemerintah, segala rencana ini akan dapat dengan cepat kita realisasikan. Sehingga dapat juga memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat, termasuk memotivasi masyarakat ke depannya,” ujarnya. (h/mg-jum)