Kab. Padang Pariaman

Bupati Padang Pariaman Desak Pemprov Perbaiki Jalan Amblas di Padang Olo

434
×

Bupati Padang Pariaman Desak Pemprov Perbaiki Jalan Amblas di Padang Olo

Sebarkan artikel ini
Bupati
Jalan yang menghubungkan Kecamatan Sungai Limau dan Sungai Geringging Padang Pariaman.

PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID- Bupati Padang Pariaman mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memperbaiki jalan amblas yang menghubungkan Kecamatan Sungai Limau dan Sungai Geringging. 

 

Jalan provinsi ini kondisinya sangat memprihatinkan dan nyaris putus, tepatnya di Padang Olo, Kuranji Hulu, Kabupaten Padang Pariaman.

 

“Jalan Sungai Limau ke Sungai Geringging  merupakan Jalan Provinsi, kewenangan Pemerintah Provinsi, namun kita di Kabupaten tidak henti-hentinya menyampaikan kepada Pemprov untuk memperbaiki jalan tersebut,” ujar Suhatri saat menemui Jemaah Haji yang melakukan tes Kebugaran di Parit Malintang, Rabu, (17/4).

 

Dikatakannya, Pemkab sudah menyampaikan itu baik secara lisan maupun surat kepada Gubernur maupun dinas terkait PUPR.  “Kita tidak mempunyai kewenangan untuk memperbaiki jalan itu, namun Pemkab Padang Pariaman untuk jalan alternatifnya dari Kamumuan ke Batu Gadang diperbaiki tahun ini,” ujarnya.

 

Sehingga masyarakat bisa mengunakan jalan alternatif itu, apabila jalan provinsi Sungai Limau ke Sungai Geringging ini tidak kunjung diperbaiki.  Sebelumnya, jalan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang menghubungkan Sungai Limau dan Sungai Geringging Padang Pariaman terban dan nyaris putus akibat longsor, pada 8 Maret 2024.

 

Longsor yang terjadi di jalan tersebut pada beberapa waktu lalu mengakibatkan badan jalan amblas ke dalam jurang, jalan provinsi itu nyaris putus. Posisi jalan yang berada setelah tikungan menjadi ancaman bagi pengendara. Meskipun rambu-rambu telah dipasang namun tetap tidak terlihat.

 

Kendaraan roda empat dan dua yang melewati jalan ini harus berhati-hati secara bergantian melewatinya.  Tokoh pemuda setempat, Samsulbahri mengatakan agar tidak menimbulkan korban maka warga inisiatif untuk menjaga jalan tersebut secara bergantian.

 

“Dari arah Pariaman jalan tidak tampak longsor karena tikungan,” ungkap Samsulbahri.  Maka warga ambil inisiatif, lanjutnya, secara bergantian mengamankan jalan agar tidak ada pengendara yang jatuh.

 

“Siang malam ada yang jaga, bahkan sampai subuh. Sebelum ini sudah ada mobil yang nabrak tembok pembatas lantaran menghindari bibir tebing,” katanya.

 

Samsulbahri mengatakan, jalan itu awalnya longsor pada 8 Maret 2024 dan hanya memakan sedikit bagian jalan. Hingga kini sudah meluas sehingga badan jalan juga terkena longsor. Hanya bisa dilalui satu kendaraan dan itupun satu ban harus berada di luar aspal.

 

Dia berharap pemerintah secepatnya menangani kerusakan jalan itu lantaran jalan tersebut merupakan akses warga ke Kota Pariaman. (vand)