Kab. Solok

Bupati Solok Kembali Genjot Penanganan Stunting

351
×

Bupati Solok Kembali Genjot Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini
Stunting
Bupati Solok Epyardi Asda saat membagikan sembako kepada warga di nagari-nagari di Kabupaten Solok.

SOLOK, ONTIME.ID—Bupati Solok Epyardi Asda menegaskan akan terus mengupayakan penurunan angka stunting di Kabupaten Solok pada 2023 dan 2024. Meski kabupaten yang ia pimpin itu sudah mendapat penghargaan dari BKKBN karena berhasil menurunkan angka stunting pada 2022.

“Sama-sama kita ketahui, stunting di Kabupaten Solok sangat jauh turun. Berhasil menurunkan angka stunting dengan sangat signifikan, dari 40,1 persen menurut SSGI pada tahun 2021, menjadi 24,2 persen pada tahun 2022. Terjadi penurunan stunting di Kabupaten Solok sebesar 15,9 persen,” ujarnya.

Meski begitu kata Epyardi, ia bersama Solok Super Team terus berupaya menurunkan kembali dengan bantuan semua pihak.

“Semua SKPD yang di bawah naungan Solok Super Team (SST) berpacu saling membantu sesuai dengan tupoksinya. Dan Alhamdulilah semua kader baik di dinas KB, kesehatan, dan di nagari-nagari kompak. Jadi ini bisa kita atasi,” ucapnya.

Menurut Bupati Epyardi Asda lagi, dari 40,1 persen mampu diturunkan menjadi 24,2 persen, maka dari 24,2 persen Kabupaten Solok bertekad akan turunkan menjadi 10 persen.

“Kalau kita bisa menurunkan dari 40,1 menjadi 24,2 persen, kenapa kita tidak bisa turunkan dari 24 menjadi 10 persen. Ini tantangan buat kita semua,” tuturnya.

Bapelitbang Kabupaten Solok, Nafri dalam paparannya saat rapat berlangsung menyampaikan evaluasi penangan stunting tahun 2022 dan rencana kerja TPPS tahun 2023.

Nafri memaparkan Prevelansi Stunting Kecamatan Kabupaten Solok tahun 2022. Dari grafik yang dipaparkan, diketahui Kecamatan terendah angka stuntingnya di Kabupaten Solok adalah Kecamatan Pantai Cermin sebesar 5,31 persen, sedangkan angka stunting tertinggi adalah Kecamatan IX Koto Sungai Lasi dengan angka 23, 19 persen.

Slain itu juga disampaikannya jumlah keluarga beresiko stunting di kabupaten Solok, berdasarka PK tahun 2021.

Dari data yang disampaikan Jumlah KK paling sediit beresiko stunting berada pada Kecamatan Payung Sekaki, dengan jumlah KK 947 KK. Sedangkan jumlah KK terbesar beresiko stunting adalah Kecamatan Kubung, dengan angka 6350 KK.

Tak hanya itu, saat ini Pemkab juga membagikan sembako untuk kebutuhan warga yang membutuhkan dalam mencegah stunting.

“Setiap nagari kami bagikan sembako ratusan paket. Ini salah satu upaya dari banyak upaya lainnya,” kata Epyardi.

Karena berhasil menurunkan angka stunting di Kabupaten Solok, Bupati Solok Epyardi Asda dan Ketua TP PKK Kabupaten Solok,  Emiko Epyardi Asda, dikukuhkan sebagai, “ Duta Orang Tua Hebat.” oleh Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo.

Epyardi dikukuhkan sebagai, “ Orang Tua Hebat,” atas partisipasi aktif dan komitmen yang baik dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Solok.

Bersamaan dengan itu, BKKBN juga memberikan predikat sebagai Duta Orang Tua Hebat kepada Bupati dan Ketua TP-PKK Kabupaten Tabanan Bali.

Kepala BKKBN PerwakIlan Provinsi Sumatera Barat, Fatmawati mengakui dan mengapresiasi penangan penurunan stunting yang telah dilakukan Kabupaten Solok pada tahun 2022.

Ia juga sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Bupati Epyardi Asda.

“ Kami mengetahui bersama bawa target dari bapak Bupati Solok sendiri, kami mencoba melihat di visi Bupati Solok yaitu, Mambangkik Batang Tarandam, menjadikan Kabupaten Solok terbaik di Sumatera Barat. Tentang stunting Bupati solok juga memasukan pada misi ke 5 yaitu meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dengan indikator sasaran angka prevalensi stunting 15% di tahun 2023, 14% di tahun 2024, 13,50% ditahun 2025, dan 13 % di tahun 2026. Tentu dengan demikian sudah sesuai dengan target nasional bisa tercapai pada tahun 2024 mendatang,” kata Fatmawati. (vand)