Kab. Mentawai

Desa Wisata Diyakini Buka 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru

497
×

Desa Wisata Diyakini Buka 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru

Sebarkan artikel ini
Wisata
ROMBONGAN Kemenparekraf RI saat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Muntei, Kepulauan Mentawai dalam rangka visitasi ADWI 2023, beberapa waktu yang lalu.

MENTAWAI, ONTIME.ID—Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 merupakan salah satu program unggulan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Program ini salah satu lokomotif penggerak kebangkitan ekonomi dan pariwisata di Indonesia pascapandemi Covid-19.

Menparekraf RI, Sandiaga Uno menyebutkan, tujuan program ini agar menjadi daya bangkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong terciptanya lapangan kerja dengan community base tourism yang dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi desa.

Selain itu, program ini dapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta) yang merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf. Setelah sukses di tahun 2021 dengan 1.831 peserta, meningkat tajam di 2022 dengan 3.419 desa wisata, dan di tahun 2023 ini menjadi 4.573 desa wisata terjaring dari Sabang sampai Merauke.

“Semangat ADWI 2023 ini mengedepankan desa wisata berkelas dunia untuk menggaungkan Indonesia lebih luas lagi melalui pariwisata dan ekonomi kreatif. Saya yakin ini merupakan program yang tepat sasaran dengan basic komunitas masyarakat yang ada di desa, saya yakin jika kita bisa beradaptasi, terus berkolaborasi, dan berupaya meningkatkan inovasi dari desa wisata kita bisa membuka lapangan kerja yang luas dan saya pastikan 4,4 juta lapangan kerja dapat tercipta sampai tahun 2024. Dan akhirnya dari desalah kita membangun Indonesia,” kata Sandi, beberapa waktu lalu.

 

Potensi Desa Wisata Muntei

Salah satu desa wisata andalan Sumatera Barat (Sumbar) pada ajang ADWI 2023 adalah Desa Wisata Muntei di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Desa Muntei merupakan salah satu desa yang terletak di tengah-tengah desa lainnya yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah dan masih sejuk.

Di sisi lain, masyarakat Desa Muntei mayoritas petani dan peternak. Di desa ini masih kental dengan adat dan tradisi. Selain itu, Desa Muntei salah satu gerbang masuknya pariwisata wilayah Kecamatan Siberut Selatan, sehingga Desa Muntei ini daerah penarik wisatawan yang ingin datang menikmati wisata yang ada di wilayah Siberut Selatan.

Desa Muntei di Siberut Selatan memiliki luas wilaya 20.400 hektare, dengan luas lahan Sawah 1.200 hektare, ladang 6.000 hektare, peternakan 4.000 hektare, dan hutan 4.000 hektare. Berdasarkan posisi geografis, Kecamatan Siberut Selatan memiliki batas wilayah, yaitu sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Siberut, sebelah selatan berbatasan dengan Siberut Barat Daya, sebelah timur selat Mentawai, sebelah barat Kecamatan Siberut Barat. Sesuai data yang didapatkan Kemenparekraf, Desa Muntei berpenduduk 1.635 jiwa yang terdiri dari 846 laki-laki dan 789 perempuan.

Selain itu, di Desa Muntei terdapat dua sanggar. Pertama, Sangar Bubuakat. Sanggar ini sebagai wadah bagi masyarakat terutama anak-anak untuk mengenalkan budaya Mentawai kepada mereka. Di sana juga mereka menyimpan berbagai atribut-atribut budaya Mentawai, mulai dari gajeumak atau gendang tari, alat tempat makanan (lulak), ada juga tuddukat, serta alat budaya lainnya yang dipakai oleh masyarakat saat melakukan upacara dan ritual lainnya.

Kemudian Sanggar Uma Jaraik Sikerei. Sanggar ini hampir sama dengan Sanggar Bubuakat yang bertujuan memberi pengenalan/pendidikan budaya Mentawai pada anak-anak. Sanggar ini dibina oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawai. Di sanggar ini perpaduan musik tradisional dan modern.

Untuk menuju Desa Wisata Muntei dapat ditempuh via jalur udara. Bandara Jakarta Soekarno Hatta (CGK)-Bandara Padang Minangkabau (PDG) selama 1 jam 42 menit. Kemudian jalur darat menuju Pelabuhan Muaro Padang selama 33 menit, kemudian jalur perairan dari Pelabuhan Muaro Padang menuju Pelabuhan Siberut selama 4 jam 30 menit, setelah itu kembali melalui jalur darat menuju lokasi Desa Wisata Muntei selama 15 menit. (berto)