Politik

DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

219
×

DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Sebarkan artikel ini
DPRD Sumbar
DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

PADANG, ONtime.ID — Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Pemerintah Kota Padang untuk menembus jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy pada tahun 2027.

Menurut Nanda, perjuangan menjadikan Kota Padang sebagai kota gastronomi dunia bukan sekadar mengejar pengakuan internasional atau capaian administratif semata, melainkan bagian dari upaya besar mengangkat marwah budaya Minangkabau melalui kekuatan kuliner yang telah dikenal hingga mancanegara.

“Ini bukan hanya tentang Kota Padang, tetapi tentang bagaimana Sumatera Barat memperlihatkan identitas dan kekuatan budayanya kepada dunia internasional. Kuliner Minangkabau memiliki sejarah panjang, filosofi, nilai sosial, hingga kekuatan ekonomi yang sangat besar. Karena itu, DPRD Sumbar memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang sedang diperjuangkan Pemko Padang,” ujar Nanda Satria.

Ia menilai, jika pengakuan UNESCO berhasil diraih, maka hal itu akan menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi unggulan wisata budaya dan gastronomi nasional bahkan internasional.

Tak hanya sektor pariwisata, Nanda meyakini dampak ekonomi dari pengakuan tersebut akan menjalar luas ke berbagai sektor masyarakat. Mulai dari pelaku UMKM, industri kreatif, petani lokal, hingga sektor jasa pendukung diprediksi akan ikut merasakan manfaat ekonomi secara langsung.

“Kita ingin kekayaan kuliner Minang tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga karena ekosistem budayanya yang kuat dan berkelanjutan. Tradisi seperti makan bajamba, nilai kebersamaan dalam budaya urang awak, hingga proses pengolahan makanan tradisional merupakan kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah lain,” katanya.

Nanda juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi proses seleksi UCCN yang dikenal ketat dan kompetitif. Ia meminta seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, komunitas kreatif, pelaku usaha hingga masyarakat, bergerak bersama mengawal seluruh tahapan seleksi.

“Kita tentu berharap seluruh elemen bergerak bersama. Ini momentum besar bagi daerah. Ketika Padang berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO, maka dampaknya akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang ekonomi yang sangat luas bagi Sumatera Barat,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Padang terus mempercepat langkah menjadikan ibu kota Sumbar tersebut sebagai pusat kuliner nasional sekaligus kandidat kuat representasi Indonesia dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network kategori City of Gastronomy tahun 2027.

Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai potensi gastronomi Kota Padang sangat besar dan memiliki daya saing di tingkat global.

“Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan bahwa kekayaan gastronomi Minangkabau tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu memenuhi standar global dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Teuku Riefky Harsya saat audiensi bersama jajaran Pemko Padang di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Ia memastikan Kementerian Ekraf siap memberikan pendampingan penuh terhadap proses nominasi UNESCO, termasuk penguatan dokumen dan persiapan teknis sesuai standar internasional.

“Sinergi ini adalah komitmen kita bersama untuk mengawal seleksi nominasi UNESCO Creative Cities Network 2027. Kami akan mendampingi Pemerintah Kota Padang agar persiapan teknis serta dokumen yang disusun sesuai dengan standar internasional UNESCO,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap langkah besar yang tengah diperjuangkan Kota Padang.

Ia menegaskan, kekuatan Padang tidak hanya terletak pada kuliner ikonik seperti rendang, sate padang, gulai, dan sambal lado, tetapi juga pada nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat, seperti tradisi makan bajamba dan budaya kebersamaan urang awak.

“Kementerian Ekraf memberikan dukungan yang sangat krusial bagi kami untuk meningkatkan standar ekosistem kuliner berkelanjutan, mengingat Padang memiliki kekayaan kuliner yang lengkap dan telah diakui oleh dunia,” ungkap Fadly.

Audiensi strategis tersebut merupakan tindak lanjut dari adendum Berita Acara Hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kota Padang pada Februari 2026 lalu, yang secara resmi mengalihkan fokus pengembangan ekonomi kreatif Kota Padang dari subsektor seni pertunjukan ke subsektor kuliner.

Langkah itu sekaligus menjadi pijakan awal bagi Kota Padang dalam menghadapi tahapan seleksi UCCN 2027, mulai dari sosialisasi, penyusunan dossier, hingga seleksi administrasi dan substansi menuju pengakuan sebagai kota gastronomi dunia. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID