Nasional

Industri Kakao Sumbang Devisa USD 1 Miliar 

465
×

Industri Kakao Sumbang Devisa USD 1 Miliar 

Sebarkan artikel ini
sumbang
Industri Kakao Sumbang Devisa USD 1 Miliar 

JAKARTA, ONTIME.ID– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya meningkatkan kinerja industri pengolahan kakao di Indonesia agar lebih produktif dan berdaya saing global.

Apalagi, industri pengolahan kakao merupakan salah satu kelompok industri yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data International Cocoa Organization (ICCO) tahun 2021/2022, Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara pengolah produk kakao. Selain itu, Indonesia berada di urutan keenam di dunia sebagai produsen biji kakao terbesar.

Industri pengolahan kakao pun mampu menyumbang devisa kepada negara hingga lebih dari US$ 1 miliar pada tahun 2020 dan 2021.

“Sementara itu, sebesar 85 persen atau 319.431 ton dari total volume produksi industri pengolahan kakao telah diekspor ke 96 negara, antara lain ke Amerika Serikat, India, China, Estonia, dan Malaysia,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemeperin Putu Juli Ardika pada acara Peringatan Hari Kakao Indonesia (HKI) yang dikutip dari siaran pers di situs Kemenperin, Minggu (13/11).

Pemerintah juga sedang mendorong berkembangnya para artisan yang berpotensi memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar lagi,” imbuhnya.

Dalam upaya pengembangan industri pengolahan kakao, pemerintah fokus memacu hilirirsasi industri pengolahan kakao melalui pemberian insentif tax allowance untuk industri pengolahan cokelat, baik investasi baru maupun perluasan.

Di samping itu, pemberian super deduction tax bagi industri yang berinvestasi untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) maupun research & development (R&D), serta mendorong dan memfasilitasi kemitraan antara industri pengolahan kakao dan kelompok tani.

Pemerintah juga akan memberikan fasilitasi promosi bagi produk olahan kakao dari industri dalam negeri di berbagai ajang pameran tingkat internasional, baik yang diselenggarakan di Indonesia maupun luar negeri.

“Salah satunya adalah penyelenggaraan pameran SIAL Interfood 2022 yang turut mendukung Peringatan Hari Kakao Indonesia,” tutur Putu.

Peringatan Hari Kakao Indonesia merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dengan diisi berbagai agenda, seperti pameran produk kakao dan cokelat Indonesia, lomba biji kakao, kompetisi cokelat, dan talkshow kakao nasional.

Pemerintah berharap kegiatan penting ini dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan lebih menggairahkan seluruh stakeholder kakao dalam mengembangkan komoditas kakao dan industri olahan kakao di Indonesia.

Selain itu, pameran ini juga mampu meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap produk-produk cokelat dalam negeri yang dinilai tidak kalah kualitasnya dengan produk serupa dari luar negeri.

Dalam rangkaian pameran SIAL Interfood 2022 di Jakarta, Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin turut berpartisipasi dalam mempromosikan industri pengolahan kakao nasional melalui pendirian Cocoa Pavilion seluas 54 meter persegi. (*/red)