PADANG, ONtime.ID — Komitmen membangun prestasi karate tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan atlet, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas perangkat pertandingan. Langkah itu kembali ditegaskan Pengurus Provinsi INKADO Sumatera Barat dengan melepas keberangkatan wasit karate Martinel Prihastuti untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Wasit/Juri Asian Karate Federation (AKF) di Bangladesh pada 15–17 Juli 2026.
Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat yang juga Ketua Umum INKADO Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, di Padang. Turut hadir Ketua Harian INKADO Sumbar Sensei Ulya, Sekretaris Umum Sempai Nofrizal, Bendahara Umum Yofialdi, serta jajaran pengurus INKADO Sumatera Barat.
Keikutsertaan Martinel dalam sertifikasi tingkat Asia dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia olahraga, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jajaran wasit dan juri karate berlisensi internasional.
Dalam sambutannya, Evi Yandri menegaskan bahwa keberangkatan Martinel bukan hanya membawa misi pribadi, melainkan juga mengemban nama baik organisasi, daerah, dan bangsa.
Menurutnya, keberhasilan memperoleh lisensi AKF akan menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan karate sekaligus membuka peluang bagi Sumatera Barat untuk memiliki lebih banyak perangkat pertandingan berstandar internasional.
“Keikutsertaan ini bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik INKADO Sumatera Barat, Sumatera Barat, dan Indonesia. Kami memberikan dukungan penuh serta mendoakan agar seluruh tahapan ujian dapat diikuti dengan baik dan memperoleh hasil terbaik,” ujar Evi Yandri.
Ia menekankan bahwa kemajuan olahraga karate tidak hanya ditentukan oleh prestasi atlet dan kualitas pelatih. Peran wasit dan juri yang profesional, berintegritas, serta memiliki kompetensi sesuai standar internasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun ekosistem olahraga yang berkualitas.
Karena itu, peningkatan kapasitas perangkat pertandingan harus menjadi agenda pembinaan yang berjalan seiring dengan pengembangan atlet.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pengurus Provinsi INKADO Sumatera Barat memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan Martinel dengan menanggung seluruh kebutuhan selama mengikuti ujian sertifikasi di Bangladesh, mulai dari biaya transportasi, akomodasi, hingga uang saku.
Dukungan tersebut dipandang sebagai investasi organisasi dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Martinel Prihastuti dinilai layak menerima kepercayaan tersebut karena memiliki rekam jejak panjang di dunia karate. Selain aktif sebagai wasit, ia juga merupakan Guru Pendidikan Jasmani di SMA Negeri 2 Padang dan menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.
Di dunia olahraga, Martinel dikenal sebagai mantan karateka nasional yang pernah mempersembahkan medali emas dan medali perak bagi Indonesia pada ajang SEA Games.
Bendahara Umum INKADO Sumbar, Yofialdi, menegaskan bahwa organisasi akan terus membuka ruang bagi kader-kader terbaik untuk mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, investasi terhadap kualitas pelatih, wasit, dan atlet merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat prestasi karate Sumatera Barat.
Sementara itu, Dewan Guru INKADO Sumbar, Shihan Drs. Jaman, M.Kes, turut menyampaikan dukungan moral kepada Martinel agar mampu menjalani seluruh tahapan sertifikasi dengan penuh percaya diri dan menunjukkan kualitas wasit Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara Asia.
Pada kesempatan yang sama, keluarga besar INKADO Sumatera Barat juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia karate di daerah.
Sinergi antara organisasi cabang olahraga dan KONI dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem pembinaan karate yang berkelanjutan.
Keberangkatan Martinel Prihastuti menuju Bangladesh menjadi momentum penting bagi INKADO Sumatera Barat dalam memperluas kiprah organisasi di tingkat internasional. Sertifikasi AKF yang diikuti diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi pribadi, tetapi juga memperkuat kualitas perwasitan karate Indonesia di level Asia.
Melalui langkah tersebut, INKADO Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus membangun olahraga karate secara menyeluruh, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga penguatan kapasitas wasit dan juri. Organisasi meyakini bahwa prestasi karate yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui pembinaan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan memenuhi standar internasional. (*)













