Hal ini karena, meski keberadaan PSM sangat strategis dalam melakukan pendampingan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kesejahteraan sosial masyarakat, sejauh ini kesejahteraan mereka sendiri masih kerap terabaikan.
“Keberadaan PSM di masing-masing daerah sangat strategis, karena mereka lah yang melakukan pendampingan terhadap masyarakat secara utuh dan nyata. Meski peran mereka begitu strategis, dari informasi yang kita terima masih ada PSM ini yang tidak menerima honor sama sekali,” ujar Supardi saat membuka Bimbingan Peningkatan Kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se- Sumatra Barat yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Padang, Minggu (20/3) malam.
Atas adanya persoalan ini, Supardi berjanji akan menyurati gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, supaya gubernur menyurati kementerian sosial, bupati dan wali kota, dan membicarakan lebih lanjut bagaimana agar kesejahteraan PSM ini diperhatikan. Ia menuturkan PSM dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya harus mendapat perhatian, agar pelaksanaan tugas mereka di tengah masyarakat tidak terkendala.
“Mereka (PSM, red) memang tidak mempermasalahkan tentang honor dan lainnya sebagainya, tapi walau bagaimanapun kan ada transportasi yang mereka keluarkan dengan tugas-tugas yang dijalankan, negara harus menghormati itu. Meskipun tidak mampu memberikan honor atau tali asih sebesar tenaga honor yang lain, minimal ada penghargaan yang kita berikan, sehingga PSM ini bisa melakukan pekerjaan mereka secara profesional,” ucapnya.
Lebih lanjut Supardi menegaskan, pemerintah khususnya pemprov dan pemerintah kabupaten dan kota jangan sampai mengabaikan keberadaan PSM. Ketika PSM telah berupaya maksimal dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, pemerintah hendaknya memaksimalkan juga perhatian terhadap kesejahteraan pekerja sosial tersebut.
Sehubungan dengan ini, kegiatan bimbingan peningkatan kapasitas PSM tersebut dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat diikuti oleh lebih dari seratus orang PSM dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Supardi berharap, bimbingan tersebut dapat menjadi bekal bagi para pekerja sosial kemasyarakatan untuk mengemban tugas sosial yang diembannya.
Kepada PSM, Supardi berpesan agar dapat mengikuti bimbingan dengan baik, sebagai bekal untuk diaplikasikan dalam tugas sehari-hari, serta dapat bertugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barar Arry Yuswandi menyebutkan, bimbingan tersebut diikuti oleh 108 PSM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis pekerja sosial dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
“Bimbingan ini sekaligus sebagai penyemangat bagi PSM, meng-upgrade kemampuan teknis, sehingga selalu ada hal-hal baru yang menjadi inovasi dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Arry.
Dia menyebut, PSM menjalankan berbagai fungsi, menjadi inovator, motivator sekaligus organisator dalam menggerakkan masyarakat untuk berkreasi untuk kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih baik lagi. Dengan demikian, PSM memiliki peran sangat strategis dalam mendukung program pemerintah untuk tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“PSM juga berperan sebagai mediator masyarakat dengan pengembangan dunia usaha, dunia kerja dan sebagainya. Ini menjadi dasar dari program bimbingan yang dilakukan agar pekerja sosial memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan teknis yang memadai untuk membawa masyarakat mencapai kesejahteraan seperti yang diharapkan,” ujarnya menutup. (vand)













