Politik

Ketua DPRD Sumbar: Program MBG Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Ekonomi Lokal

109
×

Ketua DPRD Sumbar: Program MBG Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
DPRD
Ketua DPRD Sumbar: Program MBG Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Ekonomi Lokal

PADANG, ONtime.ID — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan gizi anak semata.

Program strategis tersebut, menurutnya, harus memberi dampak nyata terhadap pengembangan UMKM dan penguatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan.

Penegasan itu disampaikan Muhidi saat menghadiri peresmian SPPG Yayasan SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur, Minggu (4/1/2026). Ia menilai MBG memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal jika dijalankan secara terintegrasi dan berpihak pada masyarakat.

“Program MBG tidak hanya soal pemenuhan gizi anak, tetapi juga harus berdampak langsung pada pengembangan UMKM serta perekonomian masyarakat,” ujar Muhidi.

Ia menjelaskan, selain berorientasi pada peningkatan kualitas gizi anak sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia (SDM), MBG juga mampu membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran. Hal tersebut tercermin dari keterlibatan warga sekitar dalam operasional dapur MBG.

“Di SPPG Jati, sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerja berasal dari warga Kelurahan Jati. Ini bukti bahwa program ini mampu menyentuh ekonomi masyarakat secara langsung,” ungkapnya.

Muhidi menegaskan komitmen DPRD Sumatera Barat untuk terus mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan optimal, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Muslim M. Yatim, yang meresmikan SPPG Jati, menyampaikan harapannya agar program MBG dapat berjalan lancar dan berkesinambungan. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan program serupa yang telah diterapkan lebih dulu di sejumlah negara, seperti Jepang, Brasil, Thailand, dan Malaysia.

Menurut Muslim, pelaksanaan MBG yang konsisten dan berkualitas akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi.

SPPG Jati dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Januari 2026. Pada tahap awal, layanan MBG akan menjangkau delapan sekolah dengan distribusi lebih dari 260 porsi makanan bergizi per sekolah. Secara keseluruhan, pada pelaksanaan perdana, SPPG Jati akan menyiapkan lebih dari 1.000 porsi makanan bergizi setiap hari, dengan jumlah yang akan ditingkatkan secara bertahap seiring optimalisasi operasional dapur dan kesiapan sarana pendukung. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID