PADANG, ONtime.ID — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menyoroti serius dampak penggunaan handphone secara berlebihan di kalangan generasi muda yang dinilai berpotensi menggerus moral, akhlak, dan karakter anak bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurut Muhidi, perkembangan teknologi memang tidak bisa dihindari. Namun tanpa pengawasan, pendidikan karakter, dan benteng keimanan yang kuat, penggunaan handphone secara berlebihan dapat membawa generasi muda pada degradasi moral yang mengkhawatirkan.
“Kalau generasi muda tidak memiliki benteng keimanan dan karakter yang kuat, maka dampaknya bisa merusak moral dan akhlak,” tegas Muhidi saat menghadiri kegiatan Jum’at Berkah di Masjid Al Manar, Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (29/5/2026).
[irp posts=”36568″ ]
Politikus senior Sumbar itu menilai, derasnya konten digital yang bebas diakses saat ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat, terutama dalam menjaga generasi muda agar tidak terjebak pada pengaruh negatif media sosial dan dunia maya.
Muhidi menegaskan bahwa Sumatera Barat sebenarnya memiliki fondasi budaya dan nilai agama yang kuat untuk menghadapi ancaman tersebut, yakni falsafah adat Minangkabau “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” yang selama ini menjadi pedoman hidup masyarakat.
Menurutnya, falsafah tersebut bukan sekadar slogan budaya, melainkan benteng moral yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah era disrupsi informasi yang semakin sulit dikendalikan.
“Kalau nilai-nilai ini bisa kita pertahankan, insyaallah kita mampu menghadapi kondisi yang ada sekarang,” ujarnya.
[irp posts=”36565″ ]
Muhidi juga menekankan pentingnya mendekatkan generasi muda ke masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter. Ia menilai masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembentukan moral dan pendidikan sosial masyarakat.
Di tengah maraknya pengaruh negatif dari dunia digital, menurutnya, masjid harus kembali dihidupkan sebagai ruang pembinaan generasi muda agar tidak kehilangan arah dan identitas budaya serta agama.
Kegiatan Jum’at Berkah yang digelar Jamaah Masjid Al Manar tersebut berlangsung penuh keakraban dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Kehadiran Ketua DPRD Sumbar di tengah warga dinilai menunjukkan kedekatan emosional serta komitmen membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Muhidi menilai harmonisasi dan kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, dan warga merupakan modal utama dalam membangun daerah yang kuat secara sosial maupun moral.
“Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur. Karakter masyarakat dan generasi mudanya juga harus dijaga,” katanya.
[irp posts=”36562″ ]
Pernyataan Muhidi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap generasi muda saat ini bukan hanya persoalan ekonomi dan pendidikan, tetapi juga perang moral di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang tanpa batas. (*)













