Nasional

Ketua LKAAM Sumbar Buka Puasa Bersama Jurnalis, Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan

219
×

Ketua LKAAM Sumbar Buka Puasa Bersama Jurnalis, Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan

Sebarkan artikel ini
LKAAM
Ketua LKAAM Sumbar Buka Puasa Bersama Jurnalis, Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan

PADANG, ONtime.ID – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati, menggelar buka puasa bersama puluhan jurnalis lintas organisasi di kediamannya di kawasan Gunung Pangilun, Padang, Selasa (3/3).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu dihadiri awak media yang tergabung dalam Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI).

Silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi ajang berbuka bersama, tetapi juga ruang dialog antara tokoh adat dan insan pers dalam memperkuat sinergi membangun daerah. Dalam sambutannya, Fauzi Bahar menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam menjaga arah pembangunan dan stabilitas sosial di Sumatera Barat.

[irp posts=”34386″ ]

“Silaturahmi ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap rekan-rekan media. Keharmonisan antara IKW-RI dan KJI diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan Sumatera Barat, khususnya Kota Padang,” ujar mantan Wali Kota Padang dua periode itu.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital, jurnalis dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan berimbang. Ia menilai kolaborasi antarkomunitas pers menjadi kunci untuk menciptakan iklim informasi yang sehat dan konstruktif di tengah masyarakat.

Menjelang waktu berbuka, Fauzi Bahar memberikan tausiah singkat (kultum) yang menekankan pentingnya menjaga integritas, etika, dan tanggung jawab moral dalam setiap profesi, termasuk jurnalisme. Diskusi ringan yang mengemuka setelahnya turut membahas sejumlah isu aktual di Sumatera Barat, mulai dari dinamika sosial kemasyarakatan hingga tantangan pembangunan daerah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah dan buka puasa bersama. Suasana akrab terlihat jelas, mencerminkan soliditas antarawak media meskipun berasal dari organisasi berbeda.

[irp posts=”34381″ ]

Ketua Umum KJI Andarizal menyampaikan apresiasi atas undangan dan perhatian yang diberikan Ketua LKAAM Sumbar. Ia menegaskan bahwa sinergi antarsesama jurnalis dan hubungan yang harmonis dengan tokoh adat merupakan modal penting dalam menjaga kualitas informasi publik.

“Kolaborasi ini bukan hanya simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam kerja-kerja jurnalistik yang profesional, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Momentum kebersamaan tersebut menjadi penegasan bahwa kemitraan antara lembaga adat dan insan pers tetap relevan dan strategis dalam mengawal pembangunan serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal di Ranah Minang.

Sementara itu, Ketua Umum Nasional Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Irvand Suryadilaga menegaskan bahwa momentum buka puasa bersama tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang konsolidasi moral dan profesional bagi insan pers.

Menurut Irvand, jurnalis memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan informasi di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang di Sumatera Barat.

[irp posts=”34378″ ]

“Kami memandang silaturahmi ini sebagai penguatan komitmen bersama. Pers harus tetap independen, kritis, namun konstruktif. Sinergi dengan tokoh adat seperti Ketua LKAAM Sumbar menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial dan mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat,” ujar Irvand.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas organisasi media harus dibangun di atas prinsip profesionalisme dan etika jurnalistik, bukan sekadar solidaritas simbolik.

“Perbedaan wadah organisasi bukan alasan untuk terpecah. Justru dengan kebersamaan, kita bisa menghadirkan informasi yang lebih berimbang, menangkal hoaks, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pers,” tegasnya.

Irvand berharap, hubungan yang terjalin antara insan pers dan lembaga adat dapat terus dipelihara sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus memastikan fungsi kontrol sosial berjalan secara sehat dan bertanggung jawab. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID