JAKARTA, ONtime.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh.
Data terbaru yang diinput pada Sabtu (24/1/2026) menunjukkan dampak bencana terus bertambah, baik dari sisi korban jiwa maupun pengungsian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan jumlah korban meninggal dunia kembali meningkat. Hingga Minggu (25/1/2026), total korban tewas tercatat mencapai 1.201 jiwa.
[irp posts=”33498″ ]
“Dalam perkembangan terkini terdapat penambahan satu korban meninggal dunia, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 1.201 jiwa. Sementara itu korban hilang sebanyak 142 jiwa dan jumlah pengungsi mencapai 113.672 jiwa,” ujar Abdul dalam keterangan resminya.
Di tengah situasi darurat tersebut, BNPB mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Targetnya, sebagian besar huntara dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadan guna memastikan pengungsi memiliki tempat tinggal yang layak.
Abdul merinci, dari total pengajuan 29.621 unit huntara, sebanyak 7.414 unit masih dalam tahap pembangunan. Sementara 1.056 unit telah rampung dan siap ditempati oleh warga terdampak bencana.
[irp posts=”33495″ ]
Selain hunian sementara, pembangunan hunian tetap juga mulai berjalan. Dari 13.082 unit hunian tetap yang diajukan, sebanyak 648 unit kini berada dalam tahap konstruksi.
Untuk menekan intensitas hujan yang masih berpotensi memperparah kondisi, BNPB bersama instansi terkait terus menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga 22 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah dilaksanakan sebanyak 532 sorti dengan total bahan semai mencapai 508.000 kilogram natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO).
Di Sumatra Utara, operasi serupa dilakukan melalui 406 sorti dengan total bahan semai 357.000 kilogram. Sementara di Sumatra Barat, tercatat 409 sorti dengan total bahan semai mencapai 406.325 kilogram.
[irp posts=”33492″ ]
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Abdul menegaskan proses evakuasi, pencarian korban hilang, serta penyaluran bantuan logistik masih terus berlangsung. Fokus utama petugas gabungan saat ini adalah mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih.
“Seluruh unsur masih bekerja di lapangan untuk evakuasi, pencarian, dan distribusi logistik, guna mempercepat proses pemulihan,” tutup Abdul. (*)













