PADANG, ONTIME.ID— Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja Sumatra Barat (Sumbar) memperkuat pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 hingga ke pulau terluar Indonesia, diantaranya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar.
“Untuk di Kabupaten Kepulauan Mentawai, kita akan mengirim personel dari Padang karena personel di sana sangat terbatas,” kata Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Rayen Obersyl, Rabu (8/11).
Brigjen TNI Rayen Obersyl menjelaskan salah satu tantangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai ialah kondisi medan yang merupakan kepulauan.
Kendati demikian, Danrem memastikan pendistribusian logistik ke beberapa pulau besar seperti Pagai Utara dan Selatan, Siberut hingga Sipora pun dapat tersalurkan dengan aman dan lancar.
“Distribusi antarpulau ini menggunakan kapal. Kita juga memastikan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendistribusikan logistik terutama pengamanan pemilu,” tegasnya.
Berkaca dari penyelenggaraan pesta demokrasi sebelumnya, pendistribusian logistik dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke daerah menjadi evaluasi pada Pemilu 2024.
“Yang paling menjadi kendala memang terkait distribusi logistik khususnya ke daerah yang sulit dijangkau. Tapi, Korem 032 Wirabraja berkomitmen untuk menyukseskan Pemilu Serentak tahun 2024,” ujarnya.
Untuk diketahui Provinsi Sumbar terbagi atas dua dapil. Dapil I berisikan Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok Selatan, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Dharmasraya.
Sementara, dapil II meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.
Ia juga menegaskan Sumbar aman menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. “Secara umum untuk kondisi di wilayah Sumbar tidak ada masalah, dan aman,” katanya.
Hanya saja, kata dia, terdapat klasifikasi rawan dan tidak rawan yang berkaitan dengan jarak ke tempat pemungutan suara (TPS), tingkat kesulitan dalam mengantar logistik termasuk potensi terjadinya bencana alam seperti banjir, longsor dan lain sebagainya.
Untuk pengamanan Pemilu 2024, Rayen Obersyl menyebutkan, pihaknya akan melibatkan sekitar 13 ribu personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, hingga Satuan Polisi Pamong Praja.
“Untuk TNI AD saja 3.600 orang yang tersebar di 19 kabupaten dan kota. Kalau dari Polda (Sumbar) ada sekitar 10 ribuan,” ujar dia.
Selain itu, ia mengatakan, TNI/Polri bersama pemerintah daerah juga akan menyiapkan personel cadangan apabila terjadi kondisi yang tidak kondusif. (vand)













