Politik

Muhidi: Masa Depan Sumbar Ditentukan oleh Kualitas Anak Hari Ini

168
×

Muhidi: Masa Depan Sumbar Ditentukan oleh Kualitas Anak Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Muhidi
Muhidi: Masa Depan Sumbar Ditentukan oleh Kualitas Anak Hari Ini

PADANG, ONtime.ID – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.

Menurutnya, investasi terbesar dan paling menentukan masa depan Sumatera Barat bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan bagaimana daerah mampu menyiapkan generasi muda yang berkualitas sejak usia dini.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang digelar dalam rangka mendukung terwujudnya sekolah ramah anak melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, Kamis (11/6/2026).

[irp posts=”36917″ ]

Dalam kegiatan yang diikuti kepala sekolah dan guru tersebut, Muhidi menekankan bahwa pembangunan fisik dan pembangunan manusia memiliki karakter yang berbeda. Infrastruktur dapat dibangun dalam waktu tertentu dan hasilnya langsung terlihat, sementara pembangunan karakter, moral, dan kualitas generasi membutuhkan proses panjang serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau fisik sekali dibangun bisa selesai. Tetapi membangun sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan semua pihak dengan harapan dan visi yang sama,” ujarnya.

Menurut Muhidi, DPRD Sumbar menempatkan isu perlindungan anak, pendidikan, dan pengembangan kualitas generasi muda sebagai salah satu fokus penting dalam penyusunan kebijakan daerah. Hal itu diwujudkan melalui dukungan regulasi, penganggaran, hingga pengawasan terhadap program-program yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak.

Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah lahirnya Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Regulasi tersebut menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Sumatera Barat.

[irp posts=”36914″ ]

Selain melalui regulasi, DPRD juga mendorong pengalokasian anggaran yang mendukung program perlindungan anak, peningkatan kualitas pendidikan, serta pelaksanaan berbagai kegiatan yang berorientasi pada tumbuh kembang anak, termasuk pelatihan Konvensi Hak Anak.

Muhidi menegaskan, pengawasan terhadap pelaksanaan program juga terus dilakukan melalui rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah dan kunjungan lapangan guna memastikan kebijakan yang telah dirancang benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak.

Ia menilai pelatihan Konvensi Hak Anak merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemahaman para pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

“Kita ingin anak-anak merasa nyaman di sekolah, belajar tanpa rasa takut, tanpa bullying, sehingga mereka bisa berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

[irp posts=”36906″ ]

Muhidi menjelaskan, keberhasilan membentuk generasi unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Terdapat tiga lingkungan utama yang sangat memengaruhi tumbuh kembang anak, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiganya harus berjalan seiring dan saling mendukung agar anak memperoleh ruang yang sehat untuk belajar dan berkembang.

Menurutnya, tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks menuntut seluruh pihak untuk memperkuat fondasi karakter generasi muda. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya empat pilar utama dalam membangun masa depan anak, yaitu keimanan sebagai landasan hidup, akhlak sebagai pedoman perilaku, kasih sayang sebagai penguat hubungan sosial, dan ilmu pengetahuan sebagai bekal menghadapi persaingan global.

Tak kalah penting, Muhidi juga menyoroti perlunya penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Rendahnya minat baca, menurutnya, dapat menjadi hambatan dalam menciptakan generasi yang kritis, kreatif, dan berdaya saing tinggi.

“Budaya literasi harus terus ditumbuhkan sejak dini. Anak-anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan yang lebih luas dan kemampuan berpikir yang lebih baik untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

[irp posts=”36903″ ]

Muhidi optimistis Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi unggul apabila seluruh komponen daerah mampu bergerak dalam satu visi yang sama. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah dalam dua hingga tiga dekade mendatang sangat bergantung pada kualitas generasi yang dipersiapkan saat ini.

“Jika sekolah siap, orang tua siap, masyarakat siap, dan pemerintah daerah memberikan dukungan, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang hebat. Nasib Sumatera Barat 20 hingga 30 tahun ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menyiapkan generasi hari ini,” tegasnya.

Melalui penguatan perlindungan anak, pendidikan yang ramah anak, serta budaya literasi yang kuat, DPRD Sumbar berharap dapat mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial yang menjadi modal utama pembangunan daerah di masa mendatang. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID