Nasional

Pelantikan Pengurus KJI Sulawesi Selatan 2026–2031, Andarizal Tekankan Kolaborasi Nyata untuk Daerah

215
×

Pelantikan Pengurus KJI Sulawesi Selatan 2026–2031, Andarizal Tekankan Kolaborasi Nyata untuk Daerah

Sebarkan artikel ini
KJI
Pelantikan Pengurus KJI Sulawesi Selatan 2026–2031, Andarizal Tekankan Kolaborasi Nyata untuk Daerah

SIDRAP, ONtime.ID — Ketua Umum Kolaborasi Indonesia (KJI) Andarizal, didampingi Ketua Nasional Nurfandri, secara resmi melantik Edy Basri sebagai Ketua KJI Provinsi Sulawesi Selatan bersama jajaran kepengurusan masa bakti 2026–2031.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di kawasan Taman Wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (14/2/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Kapolsek setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

[irp posts=”33977″ ]

Kehadiran para undangan mencerminkan dukungan luas terhadap peran Kolaborasi Indonesia (KJI) dalam memperkuat sinergi sosial dan pembangunan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KJI Andarizal menegaskan bahwa pelantikan pengurus provinsi bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor di daerah. Ia menyebut KJI harus hadir sebagai wadah sinergi nyata antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen bangsa.

“Kolaborasi Indonesia tidak boleh hanya menjadi nama organisasi. Ia harus menjadi gerakan nyata yang menyatukan potensi masyarakat untuk pembangunan daerah dan bangsa. Sulawesi Selatan memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun budaya. Pengurus KJI di provinsi ini harus mampu menggerakkan potensi tersebut secara terstruktur dan berkelanjutan,” tegas Andarizal.

[irp posts=”33947″ ]

Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dan komitmen pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, tantangan organisasi kemasyarakatan saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan mampu membangun kepercayaan publik.

“Pengurus KJI harus menjadi teladan. Program yang dirancang harus berbasis kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. Kita ingin KJI hadir dengan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan pemberdayaan pemuda,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Nasional KJI Nurfandri dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas internal organisasi. Ia menilai keberhasilan KJI di daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan keseriusan pengurus dalam menjalankan visi organisasi.

“Kepengurusan yang baru dilantik harus segera menyusun program kerja yang terukur dan realistis. Jangan menunggu lama. Setelah pelantikan ini, kita ingin melihat gerakan nyata di lapangan. Bangun komunikasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen strategis,” ujar Nurfandri.

Ia juga menekankan bahwa KJI harus menjadi organisasi yang inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pendekatan kolaboratif akan mempercepat pencapaian tujuan organisasi sekaligus memperkuat peran KJI sebagai mitra strategis pembangunan.

Ketua KJI Provinsi Sulawesi Selatan yang baru dilantik, Edy Basri, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan organisasi secara profesional dan berorientasi pada program nyata. Ia menyatakan siap menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membangun sinergi dengan berbagai pihak.

“Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan kerja nyata. Kami akan membangun struktur organisasi yang solid hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Fokus kami adalah memperkuat program sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan generasi muda,” kata Edy Basri.

Ia menambahkan bahwa KJI Sulawesi Selatan akan segera menyusun agenda kerja prioritas, termasuk pembentukan kepengurusan di tingkat daerah, pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin KJI Sulawesi Selatan menjadi organisasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat akan menjadi kunci utama dalam menjalankan program-program ke depan,” lanjutnya.

Suasana acara berlangsung khidmat namun penuh semangat kebersamaan. Para pengurus yang dilantik tampak antusias dan berkomitmen menjalankan amanah organisasi.

Kapolsek setempat yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan KJI Sulawesi Selatan. Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami berharap KJI dapat berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta membantu menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan aparat keamanan sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan tokoh masyarakat yang hadir. Ia menilai kehadiran KJI di Sulawesi Selatan dapat menjadi motor penggerak kolaborasi antar elemen masyarakat.

“Organisasi seperti KJI sangat dibutuhkan untuk menjembatani berbagai kepentingan masyarakat. Dengan kepengurusan yang baru dilantik, kami berharap program-program yang dijalankan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Acara pelantikan ditutup dengan foto bersama serta ramah tamah antara pengurus dan undangan. Momentum tersebut menjadi awal perjalanan kepengurusan KJI Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2031 dalam menjalankan peran dan kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Dengan pelantikan ini, diharapkan Kolaborasi Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan mampu menjadi wadah sinergi yang efektif, menghadirkan program-program strategis, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID