LIMA PULUH KOTA, ONtime.ID- Puluhan hektare lahan pertanian masyarakat di Nagari Mungo mengalami gagal panen sejak beberapa bulan terakhir. Gagal panen itu disebabkan kekeringan dan serangan hama, sehingga berdampak pada panen petani.
Untuk itu, Pemkab Lima Puluh Kota terus berupaya mengendalikan serangan hama agar tidak terjadi gagal panen di tingkat petani.
Melalui Ketua TP-PKK Kabupaten Lima Puluh Kota, Nevi Safaruddin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan pertanian yang dihadapi Nagari Mungo.
“Dengan adanya Gerakan Pengendalian Organisasi Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada Tanaman Padi dan Pengendalian Hama Kepinding Tanah di Nagari Mungo, ini menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Nevi, Kamis (8/8) di Kecamatan Luhak.
Nevi mengapresiasi langkah-langkah konkret yang telah diambil untuk mengatasi masalah hama dan kekeringan yang telah mengganggu produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah serangan hama kepinding tanah yang menyebabkan gagal panen pada lahan seluas 2,5 hektar dalam tiga bulan terakhir.
“Perlu solusi dalam mengatasi masalah ini, dilakukan gerakan pengendalian hama terpadu. Solusi yang diterapkan meliputi penyebaran arang abu minyak tanah dan penyemprotan racun untuk memberantas hama,” katanya.
Langkah tersebut, katanya, diharapkan dapat mengembalikan produktivitas lahan yang terdampak dan mencegah kerugian lebih lanjut bagi para petani.
Selain masalah hama, kekeringan air juga menjadi tantangan besar bagi petani di Nagari Mungo.
Ketua TP PKK itu menyempatkan diri untuk berdialog dengan para petani dan tokoh masyarakat. Nevi mendengarkan secara langsung aspirasi dan keluhan mereka, serta memberikan motivasi agar tetap semangat dalam menghadapi tantangan pertanian. Nevi menekankan bahwa pemerintah daerah selalu siap membantu dan mencari solusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat tani.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung dan memberikan solusi nyata bagi setiap permasalahan yang dihadapi oleh petani, demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura Witra mengatakan, dampak kekeringan telah memengaruhi lahan seluas 75 hektare, mengancam kelangsungan produksi pertanian.
“Untuk mengatasi kekeringan ini, pemerintah daerah memberikan bantuan berupa tiga unit irigasi perpompaan dengan sumber air dari Sungai Batang Sinamar. Dengan adanya fasilitas irigasi ini, diharapkan kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi dan produksi padi dapat kembali normal,” ujar Witra.
Witra Porswandi, menjelaskan gerakan pengendalian hama dan kekeringan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan dan siap memberikan dukungan teknis serta bantuan yang diperlukan oleh para petani.
Senada, Wali Nagari Mungo Muhammad Suhardi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, dengan adanya dukungan seperti ini, para petani di Nagari Mungo merasa lebih optimis dalam menghadapi berbagai tantangan.
Suhardi berharap program-program serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan untuk mendukung pertanian di daerah tersebut. (vand)













