Kab. Mentawai

Pengabdian Tulus Seorang Martinus

1425
×

Pengabdian Tulus Seorang Martinus

Sebarkan artikel ini
martinus
Martinus Dahlan PJ Bupati Kepulauan Mentawai

Hampir satu jam lebih, Martinus Dahlan PJ Bupati Kepulauan Mentawai bercerita tentang Mentawai awal pekan lalu.

Ucapan Martinus begitu mengalir dan detail, seakan membawa alam pikiran orang yang mendengarkannya sedang berada di Mentawai. Seakan semua permasalahan dan tantangan pembangunan Mentawai telah khatam di kepalanya.

Dengan pembawaan yang tenang Martinus menggambarkan bagaimana keadaan Mentawai yang terus berjuang dari daerah tertinggal. Seperti diketahui, Kepulauan Mentawai merupakan salah satu daerah yang telah ditetapkan sebagai daerah 3 T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) oleh pemerintah pusat bersama 62 Kabupaten lainnya di seluruh Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 tahun 2020.

“Indikator penyebab Mentawai masih dalam zona 3T karena infrastrukturnya belum memadai meskipun kunjungan wisatawan mancanegara kita cukup tinggi,” kata Martinus.

Martinus Dahlan dilantik sebagai Pj Bupati Mentawai pada 20 Mei 2022 kemarin oleh Gubernur Sumbar. Ia sebelumnya Sekretaris Daerah Kepulauan Mentawai. Ia telah meniti karir di Bumi Sikerei itu sejak 2000 sebagai Sekretaris Kecamatan Siberut Utara.

Takdir seakan membawa Martinus untuk mengabdi dan berbuat sesuatu untuk kampung halamannya sendiri. Selama dua tahun menjadi sekretaris camat ia bekerja dengan totalitas dengan harapan Siberut Utara berubah dan berkembang lebih baik.

Kinerja bagus Martinus itu kemudian membuatnya ditarik ke Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kepulauan Mentawai pada 2002. Saat itu ia diamanahkan untuk menjadi Plt Kabag Perekonomian.

Kualitas Martinus sebagai abdi negara yang tak diragukan. Selama dinas Sekretariat Daerah Kabupaten Mentawai ia beberapa kali ditugasi untuk menjadi kasubag. Bahkan Martinus Dahlan juga diberi amanah sebagai Kabag Pemerintahan Umum periode 2007-2009.

Karir Martinus terus meningkat. Pada 2009 ia ditunjuk sebagai Camat Sipora Utara. Bagi Martinus, sebagai abdi negara seluruh amanah yang diberikan harus diterima dan dijalankan dengan penuh pengabdian.

Dan lagi-lagi, karir Martinus kembali meningkat. Satu tahun setelah menjadi Camat Sipora Utara, Martinus dipromosikan menjadi eselon 2. Saat itu ia diamanahkan sebagai Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kepulauan Mentawai.

Setahun berlalu, pada Agustus 2011 Martinus kembali ditarik untuk mengabdi di Sekretariat Daerah Kabupaten sebagai Asisten II Bidang Perekonomian. Satu tahun kemudian, karir Martinus kembali beranjak. Pada April 2012 Bupati Kepulauan Mentawai saat itu Yudas Sabaggalet menunjuk Martinus sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Saat itu bupati meminta tangan dingin Martinus untuk meningkatkan kualitas sisi sumber daya manusia di pemerintahan daerah. Martinus menjabat sebagai Kepala BKD selama dua tahun dari 2012 – 2014. Setelah itu ia kembali ditarik ke Sekretariat Kabupaten sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra.

Jabatan tersebut diemban Martinus selama satu tahun. Pada 2015 ia ditugaskan untuk menjadi Sekretariat Dewan DPRD Kepulauan Mentawai. Kali ini Pria kelahiran 10 Februari 1969 itu menjabat cukup lama, yaitu dari 2015 sampai 2019.

Pada 2019, Martinus ikut seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah Kepulauan Mentawai yang saat itu kosong setelah Sekda waktu itu Syaifullah Jannah memasuki masa purna bakti. Bekal perjalan pengabdian Martinus yang telah panjang untuk Mentawai kemudian menghantarkan mantan sekretaris camat ini menjadi sekretaris daerah.