PADANG PANJANG, ONTIME.ID—Masyarakat Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota memberikan piagam penghargaan kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra pada saat Peringatan Peristiwa Situjuah Ke-75, Senin (15/1).
Piagam penghargaan itu diberikan lantaran Pj Wako Sonny dianggap peduli terhadap nilai-nilai perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Peristiwa Situjuah. Terutama dalam pengusulan Chatib Sulaiman sebagai pahlawan nasional. Piagam ini diserahkan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy.
Peristiwa Situjuah pada 15 Januari 1949 silam merupakan aksi penyerangan Belanda terhadap para pejuang kemerdekaan Indonesia. Kejadian ini berlangsung saat berdirinya PDRI. Chatib Sulaiman, salah seorang pejuang yang besar dan berkiprah di Padang Panjang, gugur saat itu.
“Chatib Sulaiman punya keterikatan yang kuat dengan Padang Panjang. Bahkan, sejak pergerakan nasional, sudah jelas kiprahnya. Beliau tidak diragukan lagi sebagai tokoh nasional,” ujar Sonny.
Menurutnya, Chatib Sulaiman dinilai pantas digelari pahlawan nasional, karena ketokohan, nasionalisme, penggagas, dan mengimplementasikan perjuangan dan pertahanan semesta. Chatib juga dikenal sebagai seorang pejuang yang rela berkorban demi tegaknya bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Sementara itu, Wagub Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan, Peristiwa Situjuah merupakan bukti masyarakat Sumbar memiliki rasa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perjuangan para pahlawan saat itu menunjukkan eksistensi Indonesia di mata dunia. Semangat itu sampai hari ini masih ada.
“Perjuangan para pahlawan kita saat ini sudah kita nikmati, hidup di Bumi Pertiwi ini tanpa ada lagi penjajah. Kita berdoa para pejuang Situjuah ditempatkan pada tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga mengajak mengintrospeksi diri sejauh mana mengisi kemerdekaan. Lalu, belajar dari sejarah para pejuang yang rela meninggalkan keluarga, mengorbankan nyawa demi republik ini. Menurutnya, seluruh elemen bangsa harus selalu bersyukur terhadap rahmat kemerdekaan. Tugas saat ini ialah mengisi dan mempertahankan negara Republik Indonesia.
“Dengan semangat yang tinggi, tanggung jawab kitalah mengisi kemerdekaan ini. Pegawai beraktivitas dengan semangat dan tanggung jawab; siswa-siswi giat belajar dan bercita-cita jadi orang cerdas; TNI dan Polri sigap melayani rakyat, mengamankan bangsa dari teror dalam dan luar negari. Termasuk seluruh bidang yang bersinergi memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini,” tuturnya. (vand)












