Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Dari Pengkritik Kekuasaan Jadi Penasihat Presiden

67
×

Rocky Gerung Masuk Istana, Dari Pengkritik Kekuasaan Jadi Penasihat Presiden

Sebarkan artikel ini
Rocky
Rocky Gerung Masuk Istana, Dari Pengkritik Kekuasaan Jadi Penasihat Presiden

JAKARTA, ONtime.ID — Langkah akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung masuk ke lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memicu sorotan publik. Sosok yang selama bertahun-tahun dikenal lantang mengkritik kebijakan pemerintah itu kini resmi duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky bersama jajaran Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Rocky menjadi salah satu dari 26 tokoh yang masuk dalam jajaran Wantimpres pemerintahan Prabowo.

Pelantikan tersebut sontak menjadi bahan perbincangan. Bukan semata karena posisi baru yang diterima Rocky, melainkan karena rekam jejaknya sebagai salah satu figur publik yang dikenal konsisten menyampaikan kritik keras terhadap kekuasaan.

Perubahan posisi itu kemudian memunculkan pertanyaan di ruang publik: apakah Rocky masih akan berdiri sebagai pengkritik kekuasaan, atau justru menjadi bagian dari sistem yang selama ini kerap dikritiknya?

Sejumlah publik figur, selebriti, influencer hingga warganet ikut menanggapi keputusan tersebut dengan berbagai komentar bernada satire. Sebagian mempertanyakan konsistensi Rocky setelah kini berada di dalam pemerintahan.

Sorotan tersebut tidak lepas dari citra Rocky selama ini yang dikenal vokal mengkritisi kebijakan pemerintah dan perilaku kekuasaan. Karena itu, kehadirannya di Istana dinilai menghadirkan babak baru yang menarik untuk diuji: apakah kritik akan tetap tajam ketika pengkritiknya sudah berada di dalam lingkar kekuasaan?

Namun Rocky memiliki penjelasan sendiri.

Usai dilantik, ia menegaskan bahwa bergabung sebagai Wantimpres bukan berarti dirinya meninggalkan sikap kritis. Menurut Rocky, justru posisi tersebut memberikan ruang untuk menyampaikan kritik dari dalam pemerintahan.

“Alasan gue menolak apa? Bukan mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis terhadap kebijakan,” kata Rocky.

Rocky menjelaskan, Wantimpres memiliki fungsi memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Ia menyebut Presiden Prabowo memberikan pesan agar Wantimpres melihat dampak kebijakan serta memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan pemerintah.

“Pesan khusus diberikan oleh Pak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis,” ujarnya.

Menurut Rocky, fungsi tersebut bukan sekadar menjadi bagian dari struktur pemerintahan, tetapi juga membaca situasi politik dan kebudayaan serta memberikan masukan terhadap kebijakan negara.

Ia bahkan menegaskan bahwa perubahan posisi dari luar menuju ke dalam Istana tidak otomatis mengubah pandangan politiknya.

“Saya cuma dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break,” ujar Rocky.

Pernyataan itu kini menjadi tantangan tersendiri bagi Rocky. Sebab, publik tidak hanya akan menilai apa yang dikatakannya, tetapi juga bagaimana ia menjalankan peran barunya.

Secara kelembagaan, Wantimpres memang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, keberadaan Rocky di dalam lembaga tersebut secara hukum bukanlah sebuah kejanggalan.

Justru persoalan yang kini menjadi perhatian adalah soal konsistensi sikap.

Rocky selama ini dikenal sebagai salah satu suara yang berani berhadapan dengan kekuasaan. Kini, ia memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa kritik tidak harus selalu disampaikan dari luar Istana.

Pertanyaan publik pun sederhana: ketika berada di dalam lingkar kekuasaan, apakah Rocky Gerung tetap Rocky Gerung yang dikenal publik selama ini?

Jawabannya bukan lagi berada pada retorika, melainkan pada sikap dan rekomendasi yang akan ia berikan ketika kebijakan pemerintah berhadapan dengan kritik, kepentingan publik, dan persoalan bangsa.

Dengan kata lain, posisi Wantimpres menjadi panggung baru bagi Rocky. Dari luar ia dikenal sebagai pengkritik kekuasaan. Dari dalam, ia kini dituntut membuktikan bahwa kritik tersebut tetap memiliki keberanian dan independensi.

Waktu yang akan membuktikan apakah “radical break” Rocky benar-benar tetap hidup setelah pintu Istana terbuka. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID