SAWAHLUNTO, ONTIME.ID – Hari Warisan Dunia Unesco yang diperingati setiap 18 April menjadi momentum bagi Kota Sawahlunto untuk memperbaiki dan mengembangkan situs bangunan bersejarah di Kota Arang tersebut.
Pada tahun ini Hari Warisan Dunia, dimeriahkan dengan Ngabuburit Heritage yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto sebagai bentuk silaturahmi pemerintah dan memperkenalkan dengan mengunjungi berbagai situs warisan bangunan bersejarah yang ada di Kota Sawahlunto.
Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah, Rahmat Gino mengatakan selain memperingati Hari Warisan Dunia, kegiatan ini merupakan pendekatan silaturahmi pemerintah terhadap para stakeholder, media, pelaku seni budaya, dan pramuka yang bahu membahu dalam membantu mempromosikan situs budaya di Kota Sawahlunto. Melalui media sahabat museum, diharapkan keterlibatan dari berbagai pihak terutama media dalam mengenalkan Kota Sawahlunto sebagai Kota Warisan Dunia UNESCO.
“Setelah diakuinya sebagai Kota Warisan Dunia, pemerintah terus melakukan pembenahan demi pembenahan untuk jangka panjang di berbagai situs budaya,” kata Rahmat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman, Hilmed mengungkapkan bahwa untuk tahun 2022, Kota Sawahlunto memiliki tiga buah museum yang telah terakreditasi tipologi oleh Kementerian. Museum Kereta Api dan Goedang Ransoem dengan tipologi Tipe B, dan Info Box Situs Lobang Batubara Soero di Tipe C.
Selain itu, Hilmed menambahkan, Sawahlunto juga mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan untuk museum berdasarkan jenis tipologi, yaitu Museum Goedang Ransoem dan Museum Kereta Api memperoleh Rp800 juta dan Info Box sejumlah Rp700 juta.
Ia menyebutkan, dana tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan dan pengembangan museum. Terutama dalam meningkat aspek tipologi museum tersebut.
“Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk perbaikan dan pembenahan guna menaikkan tipologi museum yang ada. Selain itu juga pembenahan kualitas SDM dengan sertifikasi 16 orang petugas museum guna lebih meningkatkan mutu pelayanan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasubag TU Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Teguh Hidayat mengatakan Kota Sawahlunto tidak hanya menjadi warisan daerah atau nasional, tapi sudah menjadi warisan dunia, menjadi salah satu sejarah peradaban teknologi umat manusia. Terletak jauh dari pusat kota provinsi, kota ini menjadi pusat peradaban sejarah yang berpengaruh di Sumatra Barat.
“Kita akan selalu mendorong dan memfasilitasi dalam menjaga Kota Lama, Kota Sawahlunto. Semoga dalam beberapa tahun ke depan endemi, kita dapat menikmati bagaimana pengaruh besar terhadap kota dan masyarakat setelah penetapan sebagai situs warisan dunia,” tutur Teguh.
Acara Ngabuburit Heritage dimulai dari mengunjungi Museum Kereta Api, Gedung Transport, Emplasemen Silo, dan berakhir dengan buka bersama dan diskusi interaktif di Gedung Pusat Kebudayaan.(*/red)













