Nasional

Telepon Idul Fitri Berujung Diplomasi Panas, Prabowo – Anwar Bahas Konflik Iran-Israel

213
×

Telepon Idul Fitri Berujung Diplomasi Panas, Prabowo – Anwar Bahas Konflik Iran-Israel

Sebarkan artikel ini
Prabowo
Telepon Idul Fitri Berujung Diplomasi Panas, Prabowo – Anwar Bahas Konflik Iran-Israel

JAKARTA, ONtime.ID — Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto untuk lebih dari sekadar silaturahmi. Dalam percakapan via telepon dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, kedua pemimpin justru membahas isu global yang memanas konflik antara Iran dan Israel.

Hal itu diungkap langsung oleh Anwar melalui akun Instagram resminya, Selasa (24/3/2026). Ia menyebut percakapan tersebut mencakup berbagai isu strategis, termasuk ketegangan di kawasan Asia Barat yang terus meningkat.

“Termasuk konflik Iran-Israel,” tulis Anwar.

Dalam diskusi tersebut, kedua pemimpin sepakat bahwa pendekatan diplomatik harus menjadi jalan utama untuk meredakan konflik. Mereka menekankan pentingnya upaya berkelanjutan guna mencegah eskalasi yang lebih luas.

Anwar menegaskan bahwa Malaysia tetap konsisten mendorong penyelesaian damai.

[irp posts=”34976″ ]

“Supaya ketegangan dapat diredakan, nyawa orang awam dilindungi, serta ruang rundingan yang bermakna dapat dibuka ke arah penyelesaian yang aman dan berkekalan,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Ucapan Lebaran

Langkah Prabowo ini menunjukkan pola diplomasi aktif Indonesia di tengah dinamika global. Selain Anwar, ia juga menghubungi sejumlah pemimpin negara Muslim lainnya, seperti Presiden Mahmoud Abbas, Presiden Abdel Fattah el-Sisi, serta Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Tak hanya itu, komunikasi juga dilakukan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Yordania Abdullah II, hingga Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Rangkaian komunikasi ini memperlihatkan upaya membangun kesamaan sikap di antara negara-negara Muslim dalam merespons konflik global.

Sinyal Penguatan Hubungan RI–Malaysia

Di luar isu geopolitik, percakapan Prabowo dan Anwar juga membuka peluang penguatan hubungan bilateral. Keduanya sepakat untuk menjadwalkan pertemuan dalam waktu dekat.

[irp posts=”34973″ ]

Anwar bahkan mengusulkan kunjungan kenegaraan ke Jakarta sebagai langkah konkret mempererat kerja sama kedua negara.

Langkah ini dinilai strategis, mengingat posisi Indonesia dan Malaysia sebagai dua kekuatan utama di Asia Tenggara yang kerap memainkan peran penting dalam diplomasi regional.

Diplomasi di Tengah Ketegangan Global

Percakapan yang awalnya bernuansa Lebaran itu kini mencerminkan realitas baru: diplomasi tidak lagi mengenal momen santai. Di tengah dunia yang terus bergejolak, bahkan ucapan hari raya bisa berubah menjadi forum pembahasan isu strategis.

Pertanyaannya, apakah komunikasi ini akan berujung pada langkah nyata meredakan konflik, atau sekadar menjadi bagian dari diplomasi simbolik di tengah krisis yang terus membesar? (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID