Nasional

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Menjadi Sentra Ketahanan Pangan Nasional

128
×

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Menjadi Sentra Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Nusakambangan
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Menjadi Sentra Ketahanan Pangan Nasional

CILACAP, ONtime.ID – Kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang selama ini identik dengan lembaga pemasyarakatan berkeamanan tinggi kini menunjukkan wajah baru. Di bawah pengelolaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, pulau yang kerap dijuluki “Alcatraz Indonesia” itu bertransformasi menjadi pusat ketahanan pangan sekaligus sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Transformasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, saat melakukan kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026), bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai program unggulan yang telah dikembangkan di kawasan pemasyarakatan tersebut. Mulai dari Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), sektor pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.

Titiek menilai berbagai program yang dijalankan tidak hanya berhasil mengubah citra Nusakambangan, tetapi juga membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.

[irp posts=”37181″ ]

“Atas nama Komisi IV DPR RI, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan beserta seluruh jajaran. Program yang dijalankan di Nusakambangan ini sangat baik dan layak menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya,” ujarnya.

Menurut Titiek, pengalaman melihat langsung aktivitas produktif di Nusakambangan memberikan perspektif berbeda dibanding stigma yang selama ini melekat di masyarakat.

“Nusakambangan selama ini dikenal menyeramkan dan identik dengan penjara berisiko tinggi. Namun setelah melihat langsung, kawasan ini justru berkembang menjadi tempat yang produktif dan mampu menghasilkan berbagai komoditas yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa berbagai masukan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program pembinaan dan ketahanan pangan yang telah berjalan.

[irp posts=”37178″ ]

Ia menjelaskan, pihaknya terus mendorong seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia untuk memanfaatkan lahan yang belum produktif guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami menerima berbagai masukan dan arahan yang akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya penyempurnaan program. Saat ini, pemanfaatan lahan idle di lapas dan rutan terus kami optimalkan untuk mendukung kebutuhan pangan, baik untuk internal pemasyarakatan maupun masyarakat secara lebih luas,” ujar Agus.

Saat ini, kawasan Nusakambangan telah mengelola sekitar 135 hektare lahan produktif yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan usaha dan pelatihan. Ratusan warga binaan terlibat aktif dalam sektor pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, budidaya udang vaname, hingga pengembangan komoditas sidat bernilai ekonomi tinggi.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk dan mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan kerja dan kemandirian saat kembali ke tengah masyarakat.

[irp posts=”37171″ ]

Transformasi Nusakambangan ini menjadi bukti bahwa sistem pemasyarakatan tidak lagi semata berorientasi pada penghukuman, melainkan juga pada pembinaan dan pemberdayaan. Dari pulau yang dulu dikenal karena tembok-tembok pengamanannya, Nusakambangan kini mulai dikenal sebagai laboratorium ketahanan pangan dan pusat rehabilitasi sosial yang menghasilkan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat. (Darwis)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID