MENTAWAI, ONtime.ID — Di tengah keterbatasan infrastruktur wilayah kepulauan, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali membuktikan bahwa pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada janji, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan.
Jumat (29/5/2026), personel Satgas Karya Bakti TNI AD bersama warga turun langsung melakukan penguatan landasan tepi jembatan penghubung antara Desa Bukit Pamewa dan Desa Betumonga, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pekerjaan dilakukan dengan pengisian semen pada bagian tepi konstruksi jembatan guna memperkuat fondasi dan meningkatkan daya tahan bangunan yang selama ini menjadi akses vital masyarakat.
Jembatan tersebut bukan sekadar fasilitas biasa. Bagi warga dua desa, jalur itu merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan hingga kebutuhan pelayanan masyarakat sehari-hari.
Selama ini, kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah terpencil Mentawai masih menghadapi berbagai keterbatasan. Karena itu, penguatan konstruksi jembatan dinilai sangat penting agar akses masyarakat tidak lagi terganggu akibat kerusakan ataupun ancaman keselamatan pengguna jalan.
[irp posts=”36562″ ]
Sejak pagi, personel Satgas Karya Bakti TNI AD bersama masyarakat terlihat bekerja tanpa mengenal lelah. Material berupa semen, pasir dan batu diangkut secara manual untuk memperkuat bagian tepi landasan jembatan, baik di sisi dekat maupun bagian yang sulit dijangkau.
Pemandangan anggota TNI bercampur dengan warga mengangkat material secara bersama-sama menjadi simbol kuat bahwa pembangunan di daerah terpencil hanya bisa berjalan apabila ada sinergi nyata antara negara dan rakyat.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat Mentawai pun mendapat sambutan positif dari warga. Tidak sedikit masyarakat yang secara sukarela ikut membantu pekerjaan demi mempercepat penyelesaian penguatan jembatan tersebut.
Komandan Satgas Karya Bakti TNI AD menegaskan, kegiatan itu merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil yang selama ini membutuhkan perhatian serius.
[irp posts=”36557″ ]
“Karya bakti ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana TNI hadir dan bekerja bersama masyarakat untuk kepentingan bersama. Kami ingin memastikan akses masyarakat menjadi lebih aman dan kuat digunakan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan jembatan menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat desa sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi warga di daerah kepulauan.
Warga Desa Bukit Pamewa dan Desa Betumonga mengaku terbantu dengan adanya program karya bakti tersebut. Mereka menilai kehadiran TNI memberi dampak langsung terhadap pembangunan desa yang selama ini berjalan lambat akibat keterbatasan akses dan medan geografis.
“Kalau tidak dibantu seperti ini, mungkin pengerjaan akan jauh lebih lama. Kami sangat terbantu,” ujar salah seorang warga.
Program Karya Bakti TNI AD di Mentawai juga dinilai menjadi bukti bahwa pembangunan wilayah terluar Indonesia tidak boleh hanya menjadi slogan. Kehadiran aparat di lapangan memperlihatkan bahwa negara tetap hadir membantu masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
[irp posts=”36554″ ]
Melalui kegiatan tersebut, TNI AD kembali menunjukkan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga pertahanan negara, tetapi juga membantu memperkuat infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan warga di daerah terpencil serta terluar Indonesia. (*)













