PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID– Sebanyak 120 orang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) tentang peningkatan kualitas serta metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Padang Pariaman, Kurai Taji, Rabu (6/12).
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Drs. H. Anwar, M. Si dan dihadiri oleh Kasi Kurikulum Peserta Didik bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas serta narasumber Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bukittinggi, Wahyuni, S.Pd, M.Pd.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Anwar meminta kepada guru untuk mengikut secara seksama kegiatan Bimtek agar materi yang disampaikan oleh narasumber bisa diserap serta diimplementasikan saat mengajar.
“Kita ingin kualitas guru kita di Padang Pariaman ini terus meningkat kualitasnya, terutama para guru PAUD yang kita tahu tingkat pendidikan paling pertama yang diterima oleh anak-anak kita,” kata Anwar.
Lebih lanjut kata Kadis, tujuan dari kegiatan tersebut sekaligus mensosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka bagi satuan PAUD, menggunakan Kurikulum Merdeka untuk pembelajarannya. Maka diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan sesuai dengan kesiapan satuan PAUD dalam mengimplementasikannya, pilihannya yaitu mandiri belajar, mandiri berubah dan mandiri berbagi.
Senanda denga itu, Kasi Kurikulum Peserta Didik Bidang PAUD dan Non Formal Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Padang Pariaman, Anida M.Pd mengatakan Penggunaan Kurikulum Merdeka merupakan salah satu dari sekian banyak upaya Kemendikbudristek untuk menyikapi terjadinya krisis pembelajaran di Indonesia yang telah terjadi dan belum membaik dari tahun ke tahun.
“Program Implementasi Kurikulum Merdeka dirancang untuk mendukung peluncuran kurikulum merdeka melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis bagi pemangku kepentingan yaitu Dinas Pendididikan. Termasuk Penilik dan Pengawas, UPT Pusat, organisasi mitra serta Mitra Pembangunan yang bertugas mendampingi satuan PAUD di daerah melaksanakan kurikulum merdeka,” ujar Anida.
Kemudian, Kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka, memiliki tujuan utama memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi Dinas Pendidikan dan UPT dalam mendampingi Satuan PAUD mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan pemanfaatan platform merdeka mengajar (PMM) secara mandiri.
Wahyuni selaku narasumber dalam kegiatan itu menyampaikan guru-guru pendidikan non formal agar tidak ketinggalan informasi terkait Impelementasi Kurikulum Merdeka yang dicanangkan Kemendikristek RI.
Lebih jauh, kata pamong berprestasi tingkat Sumatera Barat ini, guru dapat menggali informasi sepuas-puasnya dari Diklat ini terkait penerapan kurikulum merdeka di sekolah non formal dan menghadapi Asessmen Kompetensi Minimal (AKM). (vand)













