PADANG, ONTIME.ID – Penanganan stunting dan mengentaskan kemiskinan ekstrem menjadi program utama yang akan dijalankan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai yang baru, Fernando Jongguran Simanjuntak. Pasalnya, kedua program ini menjadi amanah pemerintah pusat untuk bisa segera dituntaskan bersama.
Fernando Jongguran Simanjuntak mengatakan, dirinya juga akan melanjutkan program atau kegiatan yang sudah dikerjakan oleh Penjabat Bupati sebelumnya. “Dimana nantinya akan lebih fokus meningkatkan akselerasi supaya bisa menekan inflasi dan stunting di Mentawai. Apa yang sudah dicanangkan kita kawal dan percepat lagi supaya tujuan dari program tersebut bisa tercapai,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, terkait potensi perikanan di Mentawai yang cukup besar, baik itu potensi perikanan tangkap maupun potensi perikanan budidaya baik laut maupun tawar, ia akan mempelajari dan berdiskusi dengan jajaran kegiatan apa yang akan dilakukan. Ia juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Perikanan untuk bisa mencocokkan program yang ada di pemerintahan pusat untuk bisa dikerjakan di Mentawai.
“Sebelumnya saya tidak pernah ke Mentawai. Namun, seperti ke Nias, Sumatera Utara, Simeulue, Aceh dan beberapa daerah pulau terluar lainnya di Indonesia saya sudah pernah ke sana,” katanya kepada media usai dilantik Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi di Auditorium Gubernuran, Rabu (24/5).
Berbekal pengalaman itu, dirinya dapat memahami kondisi dan persoalan yang dihadapi oleh daerah-daerah kepulauan. Dengan itu, dapat mendeteksi dengan cepat apa yang menjadi prioritas dalam melaksanakan pembangunan. “Kalau kenal, saya tidak begitu dekat dengan Mentawai. Setidaknya pengalaman saya bertugas di daerah kepulauan bisa membantu saya untuk menjalankan tugas di Mentawai,” ujarnya.
Menurutnya, dari banyak persoalan pembangunan di daerah kepulauan, yang paling utama dalam mengatasi tingginya biaya transportasi antar pulau. Sehingga menjadikan daya saing produk lokal menjadi lemah. Tingginya biaya transportasi juga membuat daerah sulit berkembang. Karena arus keluar dan masuk barang tidak lancar. Untuk itu, diperlukan penanganan agar bisa mengurangi tingginya biaya transportasi tersebut.
“Ini yang harus kita lakukan, agar produk masyarakat memiliki daya saing. Bagaimana bisa memangkas biaya tinggi. Kemudian berdampak dengan peningkatan perekonomian masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Gubernur Mahyeldi mengucapkan selamat datang kepada Fernando Jongguran Simanjuntak, semoga amanah yang diterima ini dapat dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab. “Semoga Kepulauan Mentawai yang memang kaya dengan potensi perikanan dapat diekspor dan diupayakan pengelolaannya menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Mahyeldi mengatakan, tugas dan tanggung jawab sebagai Pj Bupati Kepulauan Mentawai walaupun sementara tentu bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, ditumpangkan tanggung jawab untuk menjamin berjalannya roda pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai secara baik, menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keberlangsungan dan kelestarian lingkungan dan daerah secara keseluruhan.
Kemudian, penjabat ini juga ditugaskan untuk memfasilitasi persiapan pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilkada di Kabupaten Kepulauan Mentawai serta menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Mengingat semua tugas berat ini, diminta untuk bisa berkoordinasi dengan semua jajaran, baik internal, lintas instansi dan dengan banyak pihak lain yang terkait, termasuk dengan Gubernur, Wakil Gubernur, beserta jajaran Pemda Sumbar,” kata Mahyeldi.
Mahyeldi juga mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Martinus Dahlan, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, atas pengabdian yang telah diberikan selama satu tahun sebagai Pj Bupati Kepulauan Mentawai, yang secara agregat juga menyumbang bagi kemajuan Sumbar secara keseluruhan.
“Selamat mengakhiri masa tugas sebagai Penjabat Bupati Bapak Martinus Dahlan. Terima kasih untuk semua jasa dan kerja keras yang telah diberikan demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Sumbar. Semoga dapat terus berkontribusi bagi daerah dan masyarakat yang kita cintai,” ucapnya.
Pelantikan Penjabat Bupati Kepulauan Mentawai ini sekaligus pelantikan PJ Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dalam kesepakatan itu dihadiri oleh Perwakilan Bupati dan Walikota se Sumbar, TNI/Polri, Forkopimda dan Stakeholder terkait.
Fernando Jongguran Simanjuntak sendiri sebelumnya bertugas sebagai Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Kepala Badan Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu Provinsi Sulawesi Utara, dikenal sebagai ASN yang memiliki prestasi yang sangat baik di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (vand)













