Hal itu diduga akibat cuaca panas yang melanda wilayah Kabupaten Agam, sejak sepekan terakhir.
Kepala Dinas Satpol PP- Damkar Kabupaten Agam, Dandi Pribadi membenarkan peristiwa Karhutla tersebut.
“Iya, kebakaran itu terjadi siang tadi. Kebakaran itu terjadi di lahan perkebunan masyarakat di Bukik Godong Jorong Tangah, dan di Simpang Baruah Andaleh Jorong Baruah, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso,” kata Dandi.
“Luas areal yang terbakar di Bukik Godong Jorong Tangah itu, ada sekitar 4 hektare. Sedangkan yang di Simpang Baruah Andaleh Jorong Baruah juga sekitar 4 hektare,” katanya.
Dikatakan Dandi, kebakaran itu tejadi pada Senin (28/3). Untuk di Bukik Godong Jorong Tangah terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dan sudah berhasil dipadamkan pada pukul 13.35 WIB.
Sementara kawasan lahan di Simpang Baruah Andaleh Jorong Baruah, mulai diketahui terbakar sekitar pukul 14.00 WIB.
“Saat ini petugas masih berusaha memadamkan api,” katanya saat diwawancarai tak lala setelah kebakaran terjadi.
Menurut Dandi, kondisi kebakaran sangat ekstrem karena berada di areal perbukitan, akses ke lokasi juga sulit dilalui.
Namun, saat ini dua unit mobil damkar sudah dikerahkan ke lokasi, yaitu 1 unit mobil damkar dari Agam dan 1 unit lagi dari Damkar Kota Bukittinggi.
Terkait dengan adanya kejadian itu, Dandi mengimbau agar masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan dan sembarangan membuangkan puntung rokok. Hal itu untuk menghindari kebakaran lahan.
“Kami juga mengimbau, agar masyarakat untuk selalu memastikan api benar-benar mati setelah memasak,” tuturnya. (red).













