Solok

Hindari Penimbunan Elpiji 3 Kg, Pertamina dan Hiswana Migas Operasi Pasar di Kota Solok

663
×

Hindari Penimbunan Elpiji 3 Kg, Pertamina dan Hiswana Migas Operasi Pasar di Kota Solok

Sebarkan artikel ini
Hiswana
Hindari Penimbunan Elpiji 3 Kg, Pertamina dan Hiswana Migas Operasi Pasar di Kota Solok

SOLOK, ONTIME.ID- Hindari penimbunan gas elpiji 3 Kg, Pertamina bersama Hiswana Migas, dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solok menggelar operasi pasar, Kamis (20/7). Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari.

“Hari ini kita turun ke lapangan menjawab pemberitaan media tentang adanya kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Kota Solok,” ujar Sales Area Manager (SAM) Pertamina Narotama Aulia Fazri didampingi SBM II Sumbar, Adwiaputra Arma, dan Ujang UK dari Hiswana Migas.

Narotama mengatakan, harga eceran terendah (HET)  elpiji 3 Kg adalah 17.000 rupiah/tabung . Gas elpiji dengan ukuran ini diperuntukkan bagi pembeli rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Pertamina terus mengontrol agar tidak ada pangkalan yang bermain sehingga perdistribusian bisa tidak tepat sasaran. Jika ada pangkalan yang pembelinya banyak, agen akan diarahkan untuk menggeser stok lebih ke pangkalan tersebut.  Dengan demikian tidak ada pangkalan  yang mengalami stok kosong.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM  Kota Solok, Zulferi mengatakan, Pemko Solok mendukung langkah Pertamina menggelar operasi pasar di daerah itu.

“Karena kewenangan Pertamina dalam mengawasi hanya sampai di pangkalan, kita mengambil peran menindak pengecer yang menimbun stok elpiji 3 Kg ini. Dalam pelaksanaannya kita bekerjasama dengan Satuan Pol PP,” ulasnya.

Adwiaputra Arma juga menambahkan, isu kelangkaan gas elpiji 3 Kg yang beberapa waktu belakangan beredar tidak terbukti saat operasi pasar dilakukan. Ia berharap isu-isu yang muncul tidak memiliki unsur kepentingan  dari pihak-pihak tertentu.

Sementara itu pihak dari Hiswana Migas, Ujang UK yang ikut mengawasi pendistribusian elpiji 3 Kg optimis kelangkaan tidak akan terjadi.

“Kuncinya agen harus jeli melihat kebutuhan di pangkalan dan  menjaga stok tetap stabil dan jangan sampai kosong,” ucapnya. (vand)