Nasional

Perang Hamas – Israel Makin Sengit, Pemerintah Siapkan Langkah Evakuasi WNI

284
×

Perang Hamas – Israel Makin Sengit, Pemerintah Siapkan Langkah Evakuasi WNI

Sebarkan artikel ini
Israel
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi

BALI, ONTIME.ID — Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, mengatakan, pemerintah akan mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak perang antara Israel dengan Hamas di Jalur Gaza. Namun, penyelamatan dan pemulangan akan dilakukan kalau situasinya sudah aman.

“(Kapan akan mulai menyelamatkan WNI dari Gaza) nggak tahu. Begitu situasi dinilai aman. Yang menilai aman bukan hanya kami, tapi komunikasi kami dengan banyak pihak. Kami akan menggerakkan,” kata Retno ditemui detikBali di BNDCC Nusa Dua, Bali, Rabu (11/10).

Untuk saat ini, Retno mengatakan bahwa situasi perang antara militer Israel dan Hamas di Jalur Gaza belum aman. Sehingga, pemerintah Indonesia sama sekali belum mengeksekusi upaya penyelamatan para WNI yang ada di sana.

Meski begitu, Retno menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk penyelamatan para WNI di Gaza. Antara lain, berkomunikasi dengan Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Mirjana Spoljaric Egger, rencana penyelamatan, dan daftar nama para WNI di sana.

“Jadi, data (daftar nama para WNI) sudah ada dan rencana penyelamatannya sudah ada. Masalahnya, situasinya (perang) masih belum memungkinkan untuk dilakukan pergerakan,” kata Retno.

“Dan saya kemarin seharian berkomunikasi dengan Presiden Palang Merah Dunia secara langsung. Saya juga jalin komunikasi dengan banyak pihak, karena prioritas kami adalah mengevakuasi (WNI) dengan selamat,” imbuhnya.

Retno tidak menyebut berapa WNI yang kini sedang berada di wilayah Palestina maupun di Israel. Yang pasti, ada sebanyak 10 sampai 13 orang Indonesia yang kini terjebak perang di jalur Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan seorang pegawai di Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza tewas akibat serangan tentara Israel.

Menurut data Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia per 9 Oktober 2023, terdapat 45 Warga Negara Indonesia (WNI) di Palestina dan 230 orang di Israel. Dubes RI untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmosarwono, memperbarui informasi terkait jumlah dan kondisi WNI di wilayah konflik tersebut.

“Pertama yang di Jalur Gaza ada 10 orang, 5 orang dewasa dan 5 orang anak-anak. Sementara yang di Israel yang semula data 35 naik ke 38, sekarang 39 dan ada 94 pelajar yang sedang melakukan studi banding di Israel, jadi total yang di Israel ada 133, jadi ada semuanya total yang ada di wilayah konflik yaitu 143,” ujar Dubes Ade Padmosarwono dalam program Liputan6 Update edisi Rabu (11/10).

KBRI, sambung Dubes Ade, juga telah berhasil mengeluarkan 231 WNI yang melakukan wisata religi dari Israel ke Tepi Bara dan sebagian di Yordania. Meskipun ada informasi mengenai satu rombongan lagi, detilnya masih dalam proses verifikasi.

Proses evakuasi dari Jalur Gaza saat ini dikabarkan menghadapi kendala karena perbatasan Rafah, satu-satunya akses ke Mesir, ditutup akibat serangan udara Israel.

“Kita sudah merancang evakuasi bersama dari Jakarta dan beberapa perwakilan di Timur Tengah, khususnya KBRI Kairo untuk evakuasi dari Jalur Gaza. Satu-satunya akses melalui Mesir adalah melalui perbatasan Rafah. Namun dua hari terakhir perbatasannya ditutup karena terkena dampak dari serangan udara Israel,” jelas Dubes Ade.

Ade Padmosarwono, mengatakan, pemerintah masih mengidentifikasi WNI yang ingin dievakuasi. Terdapat beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan, termasuk melalui jalur darat menuju Yerusalem dan selanjutnya ke Yordania.

Selain itu, menurut Dubes Ade, pemerintah juga berkoordinasi dengan negara-negara sahabat, serta organisasi internasional untuk memfasilitasi evakuasi.

“Ada opsi-opsi lain untuk bekerja sama dengan negara-negara sahabat, mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Ibu Menlu sudah mengontak Filipina yang memiliki perwakilan di Tel Aviv,” ujar Dubes Ade.

Situasi di Jalur Gaza semakin memburuk karena blokade total yang dilakukan oleh pemerintah Israel. Suplai listrik, makanan, dan bahan bakar telah terhenti. Pihak internasional telah memperjuangkan akses kemanusiaan untuk mengirim bantuan, namun upaya ini terganjal oleh penolakan Israel.

“Ada permintaan Palestina untuk membuka akses kemanusiaan itu ditolak oleh Israel. Satu-satunya jalur untuk bisa mensuplai itu melalui Mesir, tetapi kondisi saat ini sangat tidak memungkinkan. Jadi belum ada baik dari masyarakat internasional atau yang bisa menyuplai bantuan karena tidak adanya akses dari Mesir ke jalur Gaza,” tambah Dubes Ade.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengutuk keras penyerangan terhadap rumah sakit. Selain seorang karyawan tewas, serangan tersebut menyebabkan puluhan pegawai terluka.

Menhan Prabowo Subianto menanggapi terkait rencana evakuasi WNI di Gaza. Menurutnya terkait konflik di Palestina dan Israel, pemerintah Indonesia tegas terkait penghentian konflik. “Sikap pemerintah kita tegas, presiden sudah kasih statement. Kita menyerukan penghentian kekerasan, penghentian konflik, penghentian aksi-aksi kekerasan.Segera mencari solusi damai perundingan,” kata Prabowo.

Lebih lanjut terkait evakuasi sedang dikerjakan lembaga terkait.  Meski begitu Prabowo bilang tak semua mau dievakuasi, yaitu pelayan kesehatan, relawan. (red)