PADANGPARIAMAN— Pemerintah daerah mulai mengerjakan pembangunan cek dam di Batang Sungai Limau Nagari Kuranji Hilir Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman, sebagai salah satu upaya pengendalian banjir.
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur menyebutkan, pembangunan Cek Dam Batang Sungai Limau ini merupakan salah satu kegiatan yang bersumber dari dana Hibah Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana BNPB Tahun 2022 lalu.
“Berkat kegigihan bersama untuk menggaet bantuan dari pusat, Alhamdulillah, dari 35 Kabupaten/Kota se Indonesia kita mendapat bantuan terbesar dana hibah tersebut,” ungkap Suhatri Bur, Minggu (1/7).
Ia menjelaskan, secara geografis Padang Pariaman berada di daerah rawan bencana, termasuk di Batang Sungai Limau ini, sehingga wilayah ini dan sekitarnya menjadi langganan banjir ketika hujan turun.
Ia berharap, pengerjaan rekonstruksi ini dapat segera diselesaikan sesuai kalender, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar. “Untuk itu, mari sama-sama kita jaga, agar pengerjaan dapat selesai sesuai jadwalnya, dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari bangunan ini,” katanya.
Lebih lanjut, Suhatri menambahkan, pekerjaan rekonstruksi Cek Dam Batang Sungai Limau ini, nantinya akan menjadi solusi masalah banjir di sekitar kawasan itu. Bahkan nantinya juga bagian dari program pengendalian hulu dan hilir dari aliran Batang Sungai Limau bersama BWSS V, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi, dan Kementerian PUPR dalam penanganan
Ia menjelaskan, berdasarkan data dari BPBD, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mendapat bantuan dana hibah tahun 2023 sebesar Rp. 29.592.026.000,-. Bantuan dana hibah tersebut, diperuntukan untuk tiga lokasi pembangunan, yaitu rekonstruksi bendung/cek dam Batang Sungai Limau sebesar Rp19,6 milyar, rekonstruksi Jembatan Pinjauan Nagari Pilubang Kecamatan Sungai Limau sebesar Rp4,4 milyar dan rekonstruksi Jalan Sikayan Nagari Salibutan Kecamatan Lubuk Alung berjumlah Rp5,5 milyar. (vand)













