Peristiwa

Jalur Lembah Anai Mulai Diujicobakan

540
×

Jalur Lembah Anai Mulai Diujicobakan

Sebarkan artikel ini
Anai
Sejumlah kendaraan terlihat melewati jalan nasional Padang Panjang-Sicincin ruas Lembah Anai, Kamis (18/7). Menjelang dibuka secara bertahap pada 21 Juli mendatang, Pemprov Sumbar dan BPJN melakukan uji coba pembukaan lalu lintas (open traffic) di ruas jalan yang rusak terdampak banjir bandang itu.

PADANG PANJANG, ONtime.ID—Menjelang dibuka secara resmi pada 21 Juli mendatang, pemerintah melaksanakan uji coba pembukaan lalu lintas (open traffic) jalan nasional Padang Panjang-Sicincin ruas Lembah Anai, Kamis (18/7).

Pembukaan kembali jalur yang rusak akibat diterjang banjir bandang pada 11 Mei 2024 lalu itu memang sudah sangat dinantikan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, progres perbaikan jalan tersebut secara keseluruhan sudah mencapai 30,15 persen. Ditargetkan, pada 21 Juli nanti progres pengerjaan sudah menyentuh angka 40 persen.

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) kami uji coba pembukaan akses jalan nasional Lembah Anai ini, mulai pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB. Setelah itu kami akan evaluasi, karena secara bertahap mulai tanggal 21 Juli akan dibuka untuk umum,” katanya didampingi Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Thabrani dan Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Dwi Nur Setiawan saat membuka uji coba jalur Lembah Anai, Kamis (18/7) sore.

Ia menyebutkan, proses pengerjaan jalan tersebut cukup menguras waktu dan tenaga karena medan jalan yang cukup rumit dan dipenuhi bebatuan yang cukup keras. “Meskipun secara bertahap sudah kami buka tanggal 21 Juli ini, tapi pengerjaannya tetap jalan. Oleh karena itu, warga yang akan melewati jalur ini kami minta tetap hati-hati dan bersabar dalam berkendaraan. Serta tidak melaju dalam kecepatan tinggi,” ujarnya mengingatkan.

Mahyeldi merincikan, di lima titik pada jalur tersebut akan diberlakukan sistem buka tutup demi memastikan keamanan dan keselamatan warga yang berkendaraan. “Jadi, ini sesuai dengan keinginan masyarakat, agar jalur ini segera bisa dilewati. Namun, tentu saja kami batasi dari segi jenis kendaraan yang melintas. Kecepatan kendaraan juga kami batasi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJN Sumbar, Thabrani mengatakan, total terdapat 16 titik di ruas jalan tersebut yang rusak berat karena bencana alam banjir bandang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 titik masih dalam pengerjaan dengan skala prioritas untuk segera diselesaikan.

“Untuk target penyelesaian keseluruhannya itu tanggal 31 Oktober 2024 nanti. Saat ini, kami lakukan uji coba dulu untuk memastikan bahwa tanggal 21 Juli bisa open traffic terbatas secara menyeluruh untuk umum,” kata Thabrani.

Thabrani menyatakan, upaya percepatan pengerjaan jalan nasional Lembah Anai memang sangat bergantung pada dukungan Pemprov Sumbar, TNI/Polri, tokoh masyarakat, serta PT Hutama Karya (HK) selaku rekanan yang terus bekerja siang dan malam.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan untuk kelancaran pengerjaan sejauh ini. Sesuai dengan komitmen pemerintah, kami berharap penggunaan jalur ini secara optimal segera terwujud, karena ini memang keinginan masyarakat yang sangat bergantung secara ekonomi pada jalan ini,” katanya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Nur Setiawan mengimbau pengguna jalan yang akan melintasi jalur tersebut untuk senantiasa berhati-hati, tertib, dan tidak mendahului kendaraan lain demi menjaga kelancaran akses jalan.

“Lokasi ini termasuk rawan, dan faktanya ini masih dalam pengerjaan. Masih ada alat yang bekerja. Jadi, jangan ada yang sengaja berhenti untuk melihat proses pengerjaan dan mendokumentasikannya. Terus jalan saja. Jangan berhenti, jangan ngebut, karena nanti ada beberapa titik yang kami berlakukan buka tutup,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar dan pihak kepolisian memastikan akan segera membuka kembali jalur Lembah Anai. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang dengan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) pada Selasa (16/7) lalu.

“Hasil dari rapat ini adalah pembukaan Jalur Lembah Anai secara bertahap pada Minggu (21/7) pagi,” kata Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Wardoyo Widyarso Putro via keterangan tertulis yang diterima ONtime.ID, Kamis (18/7).

Meski dibuka, jalur Lembah Anai belum bisa sepenuhnya dilintasi oleh semua tipe kendaraan lantaran masih ada pengerjaan. Kendaraan yang diperbolehkan untuk melintas untuk tahap awal hanya untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan roda enam (sumbu dua). Hal ini mengingat masih ada beberapa titik masih dalam proses pengerjaan.

Akses jalan tersebut, katanya melanjutkan, akan dibuka untuk dua jalur. Namun apabila nanti masih terdapat proses pengerjaan maka akan dilaksanakan sistem buka tutup di lima titik lokasi pengerjaan jalan, yakni di KM-64+200, KM-64+600, KM-65+200, KM-67+100, dan KM-67+400.

“Sewaktu-waktu akan dilaksanakan kembali evaluasi usai pelaksanaan pembukaan akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai. Proses pengerjaan jalan diperkirakan selesai penuh atau 100 persen pada bulan Oktober 2024,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjuk PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), anak usaha PT Hutama Karya (Persero) untuk mempercepat pemulihan melalui penanganan ruas jalan Kota Padang Panjang-Sicincin (N.040) yang terdampak pada Sabtu (11/05) lalu. Kondisi ruas jalan nasional tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah, di mana jalan sepanjang 6 km tidak dapat dilalui akibat terdampak banjir. Penanganan titik kerusakan dimulai dari bulan Mei 2024 dan ditargetkan rampung di akhir Juli 2024.

“HKI diberikan amanah untuk membantu pemulihan pasca bencana di jalan batas Kota Padang Panjang-Sicincin, di mana terdapat sepuluh titik yang perlu segera ditangani,” ujar Project Manager Penanganan Jalan Kota Padang Panjang-Sicincin (N.040), Eka Satriades.

Pascabencana banjir bandang yang menyebabkan kerusakan di jalan Kota Padang Panjang-Sicincin, HKI langsung melakukan mobilisasi alat-alat berat seperti ekskavator dan alat pendukung lainnya dari proyek HKI terdekat untuk membersihkan sisa material akibat terjangan banjir.

Mengingat lokasi titik penanganan yang sebagian besar terdampak banjir, maka akses pun menjadi tantangan dalam penyelesaian pekerjaan ini. Terdapat titik-titik tertentu yang masih sulit untuk dijangkau akibat terdampak banjir. “Namun demikian, kami berkomitmen untuk memberikan upaya terbaik agar jalan Kota Padang Panjang-Sicincin bisa segera kembali digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami mohon doa restu dan dukungan dari berbagai pihak agar semua berjalan dengan lancar,” tutur Eka. (vand)