BUKITTINGGI, ONTIME.ID – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermoral tinggi akan dapat terwujud apabila ASN tersebut memiliki tauhid yang kokoh. Sebab tauhid adalah keyakinan terhadap Allah Ta’ala dan tunduk kepadaNya tanpa mempersekutukanNya dengan apa dan siapa pun juga.
Hal tersebut disampaikan dosen IAIN Bukittinggi, H. Irwandi Nashir, S.S, M.Pd saat menjadi narasumber Kuliah Umum bertajuk Budaya Kerja dan Tata Nilai Bagi PNS and PPNPN di Politeknik Pertanian Payakumbuh, Kamis, (12/5).
Menurut Iswandi, saat ruh ditiupkan Allah ta’ala ke jasad manusia, maka segera ruh mengaktifkan empat pusat energi dalam diri manusia jasad dan panca indera, otak yang melahirkan daya pikir, qolbu yang melahirkan daya rasa, dan nafsu.
Empat pusat energi diri manusia ini mesti dihadapkan kepada Fithrah Allah (QS.30, Ar-Ruum:30). Fithrah Allah adalah istilah Al-Qur’an yang mengacu pada cetak biru penciptaan manusia yang diciptakan oleh Allah ta’ala.
Dikatakannya, manusia itu butuh mengenal Allah dan taat kepadaNya, rindu dengan nilai kejujuran, nilai keadilan, mengakui nilai kemanusian, condong untuk bersatu, tak suka permusuhan, dan nilai-nilai mulia lainnya, maka semua itu adalah fithrah Allah.
Menghadapkan empat pusat energi dalam diri manusia kepada fithrah Allah, lahir nilai-nilai moral yang mulia. Nilai-nilai itu menuntun cara berpikir dan tindakan manusia.
“Semua manusia mengakui nilai-nilai moral yang mulia itu sebab nilai-nilai itu sudah menjadi bawaan diri manusia yang tak akan ada perubahan. Dikatakannya. ASN bermoral tinggi itu langka sebab menuntut perjuangan berat agar selalu di atas jalan Fithrah Allah itu. MakaMelawan fithrah Allah sama artinya merusak diri dan kehidupan,” ujar anggota Bidang Fatwa MUI Kota Payakumbuh itu. (*/red).












