BUKITTINGGI, ONtime.ID – Organisasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) resmi terbentuk di Kota Bukittinggi pada Jumat (12/01/2025). Pembentukan ini menandai langkah baru dalam memperkuat solidaritas dan profesionalisme di kalangan jurnalis lokal.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Kolaborasi Jurnalis Indonesia (DPP-KJI), Jongguk Maransi Siagian, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Dalam sambutannya, ia menyatakan dukungannya terhadap kehadiran KJI di Bukittinggi, yang diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi untuk menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.
“Saya sangat mengapresiasi terbentuknya KJI di Bukittinggi. Ini adalah langkah strategis untuk mempererat jaringan jurnalis dan meningkatkan kualitas jurnalistik di daerah. Dengan adanya organisasi ini, saya optimistis kita bisa menciptakan sinergi yang lebih baik untuk mendukung kebebasan pers dan menyuarakan aspirasi masyarakat,” ujar Jongguk.
Pembentukan KJI di Bukittinggi dihadiri oleh sejumlah jurnalis dari berbagai media, baik cetak maupun digital. Para anggota sepakat bahwa organisasi ini akan fokus pada pengembangan kompetensi jurnalis, peningkatan etika jurnalistik, serta memperjuangkan isu-isu lokal yang relevan dengan masyarakat Bukittinggi dan sekitarnya.
Selain itu, KJI di Bukittinggi juga berkomitmen untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan, demi memperkuat peran jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi.
“Semoga Kolaborasi Jurnalis Indonesia menjadi rumah bagi para jurnalis untuk belajar, berkembang, dan bersama-sama memajukan dunia pers di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat,” tambah Jongguk.
Dengan terbentuknya KJI di Bukittinggi, diharapkan para jurnalis lokal dapat lebih solid dan produktif dalam menghadapi tantangan dunia pers yang terus berkembang. Organisasi ini juga menjadi bukti nyata komitmen jurnalis untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang kritis dan melek informasi.
Diketahui sebelumnya, KJI adalah wadahnya insan pers, mulai dari media cetak, media online bahkan media televisi. Ditubuh organisasi KJI juga berkumpul awak media mulai dari wartawan muda, madia, utama, termasuk tokoh pers. (*)











