SIJUNJUNG, ONtime.ID – Evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan dan seleksi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dinilai mendesak dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sijunjung.
Kesiapan kontingen, kualitas pembinaan qori dan qoriah, serta ketersediaan sarana dan prasarana menjadi faktor penentu dalam menghadapi ajang MTQ antar kabupaten/kota hingga tingkat provinsi.
Keprihatinan atas menurunnya prestasi kontingen Sijunjung pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat di Bukittinggi beberapa waktu lalu disampaikan oleh H. Syafrizal, mantan Kepala Biro Umum Kementerian Agama RI. Menurutnya, hasil tersebut harus menjadi refleksi bersama sekaligus titik awal lahirnya konsep pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Saya sangat prihatin dengan capaian kontingen Sijunjung. Ini bukan kesalahan individu, tetapi tanggung jawab kolektif. Sudah saatnya kita membangun konsep baru dengan semangat kembali ke surau, namun disesuaikan dengan kondisi kekinian,” ujar Syafrizal kepada Media Ontime.id.
Ia menegaskan, pendirian Rumah Tahfidz Al-Qur’an menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan pembinaan berjalan sistematis dan berorientasi prestasi. Surau, kata dia, tidak cukup hanya difungsikan sebagai tempat ibadah dan mengaji, tetapi harus dimodifikasi dengan program utama Al-Qur’an yang diperkuat kegiatan pendukung bagi generasi muda.
“Surau harus kembali menjadi pusat peradaban. Selain tahfidz dan tilawah, perlu ada kegiatan yang menarik minat anak muda seperti latihan silat, kursus komputer, kajian agama, kajian adat, hingga perpustakaan. Mereka bebas memilih sesuai minatnya,” jelas putra asli Lubuk Tarok tersebut.
Syafrizal menambahkan, revitalisasi surau dan pembangunan Rumah Tahfidz merupakan pekerjaan besar yang tidak bisa dibebankan pada satu pihak. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, serta dukungan penuh masyarakat.
Saat ini, pembangunan gedung Rumah Tahfidz Al-Qur’an di Lubuk Tarok tengah berlangsung. Ia berharap upaya tersebut mendapat doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar dapat segera dimanfaatkan sebagai pusat pembinaan generasi Qur’ani di Sijunjung.
“Kami di Lubuk Tarok sedang berikhtiar membangun Rumah Tahfidz Al-Qur’an. Semoga menjadi amal jariyah dan tumpuan harapan generasi muda ke depan,” tutup Syafrizal. (Reza/Debe)













