Kriminal

Belum Ada Tindakan Aparat, Kios Sembako Dibobol Berulang, Maling Bebas Berkeliaran di Pasar Lubuk Buaya

254
×

Belum Ada Tindakan Aparat, Kios Sembako Dibobol Berulang, Maling Bebas Berkeliaran di Pasar Lubuk Buaya

Sebarkan artikel ini
Sembako
Belum Ada Tindakan Aparat, Kios Sembako Dibobol Berulang, Maling Bebas Berkeliaran di Pasar Lubuk Buaya

PADANG, ONtime.ID — Aksi pencurian kembali menghantui kawasan Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang. Pasar tradisional yang menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat ini kembali menunjukkan wajah suramnya di tengah lemahnya sistem keamanan.

Kali ini, kios sembako milik Elvi, salah seorang pedagang kebutuhan pokok, kembali menjadi sasaran maling. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, saat aktivitas pasar benar-benar sepi dan nyaris tanpa pengawasan.

Menurut keterangan korban, pencurian tersebut bukan kali pertama dialaminya. Dalam beberapa bulan terakhir, kios milik Elvi yang menjual berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula telah berulang kali dibobol oleh pelaku yang hingga kini belum juga tertangkap. Aksi pencurian yang terus berulang itu tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menciptakan rasa takut dan keresahan mendalam di kalangan pedagang Pasar Lubuk Buaya.

Akibat kejadian terbaru ini, Elvi mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. Nilai kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, terutama dari hilangnya barang-barang sembako yang mudah dibawa dan memiliki nilai jual tinggi. Kondisi tersebut semakin memperberat beban pedagang kecil yang tengah berjuang mempertahankan usaha di tengah tekanan ekonomi.

“Ini sudah sering terjadi. Barang-barang sembako banyak yang hilang, terutama yang mudah dibawa. Kami pedagang jadi sangat resah. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polresta Padang, tapi sampai sekarang pelaku masih berkeliaran di Pasar Lubuk Buaya. Belum ada tindakan,” ujar Elvi dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi kejadian.

Dari hasil pantauan di lapangan, aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar area pasar. Dalam rekaman tersebut, pelaku diduga masuk ke dalam kios dengan cara merusak pengaman saat kondisi pasar lengang dan minim aktivitas. Dugaan sementara, pelaku memanfaatkan situasi pasar yang sepi, gelap, serta lemahnya pengawasan pada jam-jam rawan dini hari.

Minimnya penerangan di sejumlah titik Pasar Lubuk Buaya disebut-sebut menjadi salah satu faktor utama yang memudahkan pelaku melancarkan aksinya. Lampu penerangan yang tidak memadai, ditambah tidak adanya patroli rutin pada malam hari, membuat pasar seolah menjadi “lahan basah” bagi pelaku kejahatan. Kondisi ini telah lama dikeluhkan para pedagang, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius.

Para pedagang Pasar Lubuk Buaya menilai sistem keamanan pasar masih sangat lemah dan jauh dari kata ideal, khususnya pada waktu-waktu rawan seperti dini hari. Mereka menilai kejadian pencurian yang terus berulang menjadi bukti bahwa upaya pencegahan belum berjalan maksimal. Bahkan, sebagian pedagang mulai merasa kehilangan rasa aman saat meninggalkan kios mereka di malam hari.

“Kami berdagang untuk mencari nafkah, bukan untuk terus-terusan jadi korban pencurian. Kalau keamanannya seperti ini, kami sangat dirugikan,” ungkap salah seorang pedagang lainnya yang enggan disebutkan namanya.

Para pedagang pun mendesak pihak-pihak terkait, baik pengelola pasar maupun aparat keamanan, untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur. Mereka meminta adanya peningkatan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan, serta penambahan fasilitas pendukung keamanan seperti lampu penerangan dan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis pasar.

Menurut mereka, keberadaan fasilitas keamanan yang memadai bukan hanya penting untuk mencegah tindak kriminal, tetapi juga untuk menciptakan rasa aman bagi para pedagang yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas jual beli di pasar tersebut. Tanpa jaminan keamanan, para pedagang kecil dinilai akan terus berada dalam posisi rentan dan merugi.

“Kami minta ada tindakan tegas. Jangan sampai kejadian ini terus berulang dan merugikan pedagang kecil,” tegas salah seorang pedagang lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan kasus tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan. Para pedagang berharap laporan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum, sehingga pelaku dapat segera ditangkap dan diberikan sanksi yang setimpal.

Kasus pencurian yang berulang di Pasar Lubuk Buaya ini menjadi cerminan lemahnya sistem keamanan di ruang publik yang seharusnya mendapat perlindungan maksimal. Para pedagang kini hanya bisa berharap agar pihak berwenang tidak lagi menutup mata dan segera bertindak, demi menciptakan rasa aman serta menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil di pasar tradisional tersebut. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID