Nasional

Menkeu Buka Opsi Kenaikan BBM Subsidi Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik

177
×

Menkeu Buka Opsi Kenaikan BBM Subsidi Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik

Sebarkan artikel ini
BBM
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi

JAKARTA, ONtime.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi apabila harga minyak dunia terus melonjak akibat eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Purbaya mengatakan, lonjakan harga minyak global berpotensi menekan anggaran subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika beban subsidi terlalu besar, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk membagi beban tersebut dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM.

“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kami share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM, kalau memang harganya tinggi sekali,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Dalam APBN tahun ini, asumsi harga minyak mentah Indonesia ditetapkan sekitar US$70 per barel. Angka tersebut menjadi dasar perhitungan berbagai komponen belanja negara, termasuk subsidi energi yang dialokasikan untuk menjaga harga BBM tetap terjangkau bagi masyarakat.

[irp posts=”34509″ ]

Namun pemerintah telah melakukan simulasi jika harga minyak dunia meningkat jauh di atas asumsi tersebut. Salah satu skenario yang dikaji adalah ketika harga minyak rata-rata mencapai sekitar US$92 per barel dalam satu tahun anggaran.

Menurut Purbaya, jika kondisi tersebut terjadi, tekanan terhadap APBN akan cukup besar dan berpotensi mendorong defisit anggaran melampaui batas yang ditetapkan pemerintah.

“Kalau harganya US$92 selama setahun rata-rata, kan APBN setahun. Maka defisit bisa menjadi sekitar 3,6 persen lebih,” ujarnya.

Berdasarkan aturan fiskal yang berlaku, pemerintah berupaya menjaga defisit APBN agar tidak melampaui batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar keseimbangan fiskal tetap terjaga.

Selain opsi penyesuaian harga BBM, pemerintah juga mempertimbangkan langkah penghematan pada pos belanja lain dalam APBN.

[irp posts=”34506″ ]

“Kami sudah melakukan exercise. Kalau defisit berpotensi melewati batas, tentu akan dilakukan langkah-langkah penyesuaian, termasuk penghematan anggaran di sektor lain,” kata Purbaya.

Meski demikian, ia menilai lonjakan harga minyak tidak serta-merta membuat ekonomi Indonesia terpuruk. Pemerintah disebut memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa ketika harga minyak dunia sempat melonjak hingga sekitar US$150 per barel pada periode sebelumnya.

Pengalaman tersebut, menurut Purbaya, menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal agar tetap stabil meskipun menghadapi tekanan eksternal.

Hingga kini pemerintah masih terus memantau perkembangan harga minyak dunia serta dinamika geopolitik global sebelum mengambil keputusan terkait kemungkinan penyesuaian harga BBM subsidi. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID