Olahraga

Bukan Podium, Tapi Momen Ini Bikin Fabio Quartararo ‘Merasa Menang’ di MotoGP Brasil

307
×

Bukan Podium, Tapi Momen Ini Bikin Fabio Quartararo ‘Merasa Menang’ di MotoGP Brasil

Sebarkan artikel ini
MotoGP
Bukan Podium, Tapi Momen Ini Bikin Fabio Quartararo ‘Merasa Menang’ di MotoGP Brasil

BRASIL, ONtime.ID — Ada yang berbeda dari raut wajah Fabio Quartararo seusai MotoGP Brasil. Bukan selebrasi podium, bukan pula hasil fantastis, melainkan satu momen singkat yang justru terasa jauh lebih berarti: berhasil menyalip Marc Márquez.

Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP itu memang hanya menuntaskan balapan di posisi keenam. Secara statistik, hasil tersebut belum cukup untuk disebut gemilang. Namun jika melihat start musimnya yang terseok, finis ke-14 di seri pembuka—capaian ini menjadi sinyal kebangkitan yang tak bisa diabaikan.

Terlebih, Quartararo masih berada dalam fase adaptasi dengan motor baru Yamaha V4 yang dikenal belum sepenuhnya jinak. Proses penyesuaian itu membuat setiap progres kecil terasa sangat berarti.

Balapan di Brasil sendiri sempat membuka harapan besar. Start dari posisi keempat, Quartararo langsung tampil agresif. Di tikungan pertama, ia melesat ke posisi kedua, bahkan sukses melewati Márquez dan Marco Bezzecchi dalam satu rangkaian manuver berani yang langsung menyita perhatian.

[irp posts=”34958″ ]

Namun duel panas dengan Márquez tidak berlangsung lama. Memasuki lap ketiga, di trek lurus, Quartararo kembali kehilangan posisi. Keunggulan kecepatan motor lawan memaksanya harus rela disalip kembali.

Meski demikian, bagi Quartararo, cerita sesungguhnya justru ada pada momen singkat tersebut.

“Jujur saja, saya tidak peduli finis di posisi berapa. Saya baru saja menyalip Marc, yang menurut saya pembalap terbaik saat ini,” ujarnya.

Pernyataan itu mengungkap sisi lain dari kerasnya persaingan MotoGP—bahwa kepercayaan diri terkadang dibangun dari detail kecil, bukan sekadar hasil akhir.

Bagi juara dunia 2021 itu, menyalip Márquez bukan sekadar manuver, melainkan penegasan bahwa dirinya belum habis. Bahwa di tengah keterbatasan motor dan proses adaptasi, ia masih mampu bersaing di level tertinggi.

[irp posts=”34953″ ]

“Setidaknya saya tahu di mana posisi saya sekarang,” katanya.

Satu manuver yang mungkin hanya berlangsung beberapa detik di lintasan, kini menjelma menjadi suntikan moral besar. Bagi Quartararo, itu lebih dari cukup untuk kembali percaya diri, bahwa kemenangan mungkin belum datang hari ini, tapi arah menuju ke sana sudah mulai terlihat. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID