Peristiwa

Polres Pasbar Sasar Jantung PETI Gunung Tuleh, Pondok dan Fasilitas Tambang Ilegal Dimusnahkan

161
×

Polres Pasbar Sasar Jantung PETI Gunung Tuleh, Pondok dan Fasilitas Tambang Ilegal Dimusnahkan

Sebarkan artikel ini
PETI
Polres Pasbar Sasar Jantung PETI Gunung Tuleh, Pondok dan Fasilitas Tambang Ilegal Dimusnahkan

PASAMAN BARAT, ONtime.ID – Komitmen Polres Pasaman Barat dalam memburu aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali ditunjukkan melalui patroli gabungan yang menyasar kawasan hutan di Kecamatan Gunung Tuleh.

Dalam operasi yang berlangsung hingga menembus medan berat tersebut, petugas menemukan sejumlah fasilitas yang diduga menjadi penunjang aktivitas tambang emas ilegal dan langsung memusnahkannya di lokasi.

Patroli yang digelar sejak Senin (1/6/2026) malam hingga Selasa (2/6/2026) pagi itu dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, bersama Kanit Tipidter Aipda Ilva Yanarida. Sebanyak 20 personel gabungan dari Satreskrim Polres Pasaman Barat dan Polsek Gunung Tuleh diterjunkan untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi area operasi para pelaku PETI.

[irp posts=”36686″ ]

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan bahwa patroli tersebut merupakan bagian dari langkah berkelanjutan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku maupun pemodal tambang emas ilegal yang masih beroperasi di wilayah hukumnya.

“Patroli ini kita laksanakan secara rutin untuk mempersempit ruang gerak para pelaku maupun pemodal Penambangan Emas Tanpa Izin yang masih beroperasi di wilayah hukum Polres Pasaman Barat,” ujar Kapolres, Rabu (3/6/2026).

Operasi diawali dengan apel gabungan di Mapolres Pasaman Barat sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah menerima arahan, tim bergerak menuju Simpang Lolo, Jorong Sitabu, Nagari Bahoras, Kecamatan Gunung Tuleh. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus kawasan hutan dan menyusuri aliran sungai menuju titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI.

[irp posts=”36682″ ]

Medan yang sulit tidak menyurutkan langkah petugas. Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, sekitar pukul 06.00 WIB tim tiba di lokasi sasaran dan langsung melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dicurigai menjadi pusat aktivitas tambang ilegal.

Hasil patroli menunjukkan tidak adanya aktivitas penambangan yang sedang berlangsung saat petugas tiba. Namun, sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan bahwa kawasan tersebut sebelumnya digunakan untuk aktivitas PETI. Petugas menemukan beberapa lubang bekas galian, pondok semi permanen, box kayu, serta puluhan jerigen minyak yang diduga digunakan sebagai sarana penunjang operasional tambang ilegal.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kawasan hutan Gunung Tuleh masih menjadi salah satu titik yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku PETI untuk menjalankan aktivitasnya secara sembunyi-sembunyi.

Peti
Polres Pasbar Sasar Jantung PETI Gunung Tuleh, Pondok dan Fasilitas Tambang Ilegal Dimusnahkan

Menurut Kapolres, tidak ditemukannya para pelaku di lokasi diduga karena mereka telah lebih dahulu meninggalkan area tersebut sebelum tim gabungan tiba.

“Saat ini tim gabungan masih melakukan penyelidikan terkait kepemilikan pondok dan sejumlah peralatan yang ditemukan di lokasi patroli tersebut,” kata AKBP Agung Tribawanto.

Sebagai langkah tegas untuk mencegah lokasi tersebut kembali digunakan, petugas langsung melakukan pemusnahan terhadap fasilitas yang ditemukan. Pondok semi permanen, box kayu, dan puluhan jerigen minyak dibakar di tempat agar tidak lagi dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas penambangan ilegal.

Langkah pemusnahan itu sekaligus menjadi pesan keras bahwa aparat tidak akan memberikan ruang bagi keberlangsungan aktivitas PETI yang selama ini menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan sumber daya alam daerah.

[irp posts=”36675″ ]

Aktivitas PETI sendiri selama bertahun-tahun menjadi persoalan yang sulit diberantas karena sering berpindah-pindah lokasi dan memanfaatkan kawasan hutan yang sulit dijangkau. Selain melanggar hukum, praktik tersebut juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang masif, mulai dari kerusakan tutupan hutan, sedimentasi sungai, pencemaran air, hingga terganggunya keseimbangan ekosistem.

Karena itu, Polres Pasaman Barat menegaskan tidak akan berhenti pada satu operasi semata. Patroli dan penindakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan para pelaku maupun pemodal PETI tidak leluasa menjalankan aktivitasnya.

“Patroli rutin akan terus kami laksanakan sebagai bentuk penindakan tegas terhadap para pelaku maupun pemodal PETI, khususnya di wilayah hukum Polsek Gunung Tuleh dan wilayah hukum Polres Pasaman Barat secara umum,” tegas Kapolres.

AKBP Agung Tribawanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur terlibat dalam aktivitas tambang emas ilegal. Menurutnya, selain berisiko berhadapan dengan hukum, kegiatan tersebut juga membawa dampak buruk terhadap lingkungan yang dalam jangka panjang akan merugikan masyarakat sendiri.

[irp posts=”36669″ ]

Ia turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas PETI di wilayah Pasaman Barat. Dukungan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam upaya memutus rantai praktik tambang ilegal yang selama ini terus berulang.

Dengan patroli yang terus digencarkan hingga ke kawasan hutan terpencil, Polres Pasaman Barat menunjukkan bahwa pemberantasan PETI bukan sekadar agenda seremonial. Operasi ini menjadi bagian dari upaya nyata menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menegakkan hukum terhadap setiap aktivitas yang mengeksploitasi sumber daya alam secara ilegal. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID