KUANSING, ONtime.ID — Ancaman musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal dengan intensitas lebih kering dan durasi lebih panjang mulai menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian.
Kondisi cuaca ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan dan meningkatkan risiko gagal panen di berbagai wilayah, termasuk lahan pertanian masyarakat di Kecamatan Singingi Hilir.
Mengantisipasi dampak tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir, AIPDA Marudut Tua Simangunsong, menunjukkan kepeduliannya terhadap ketahanan pangan dengan menyalurkan bantuan sarana pengairan kepada Kelompok Tani Rukun Sentosa di Desa Simpang Raya.
Bantuan yang diberikan berupa satu unit pompa air, selang berukuran 1,5 inci sepanjang 25 meter, serta selang berukuran 3/4 inci sepanjang 100 meter. Peralatan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung penyiraman tanaman jagung pipil pola tumpang sari seluas 16 hektare yang berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Singingi Hilir.
[irp posts=”36765″ ]
Langkah tersebut dinilai sangat penting mengingat kekurangan pasokan air saat musim kemarau dapat berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman. Kekeringan menyebabkan tanaman mengalami stres air yang menghambat proses fotosintesis, mengurangi pertumbuhan, memicu kerontokan bunga dan buah, hingga meningkatkan kerentanan terhadap serangan hama dan penyakit.
Kapolsek Singingi Hilir melalui Kanit Binmas AIPDA Beni Prawira, SH, menjelaskan bahwa bantuan sarana pengairan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap para petani dalam menghadapi ancaman musim kemarau yang berpotensi mengganggu hasil pertanian.
“Penyiraman tanaman secara teratur selama musim kemarau sangat penting untuk mencegah stres kekeringan, menjaga kelembapan tanah, dan memastikan proses fotosintesis tetap berlangsung optimal. Selain itu, ketersediaan air yang cukup juga membantu penyerapan unsur hara oleh akar serta menjaga suhu daun agar tanaman tidak mengalami kelayuan,” ujar Beni.
Ia menambahkan, keberadaan sarana pengairan yang memadai diharapkan mampu membantu petani mempertahankan produktivitas lahan sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.
[irp posts=”36761″ ]
Program bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui pendampingan serta dukungan terhadap sektor-sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan warga.
Kelompok Tani Rukun Sentosa menyambut baik bantuan tersebut dan berharap fasilitas yang diberikan dapat membantu menjaga kondisi tanaman jagung selama musim kemarau berlangsung. Dengan sistem penyiraman yang lebih optimal, para petani berharap produksi tetap terjaga dan target panen dapat tercapai meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
Di tengah ancaman kemarau panjang yang diperkirakan melanda sejumlah daerah, langkah cepat dan konkret seperti ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. (Yon / Hms)













