PASAMAN, ONtime.ID — Kepengurusan baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman resmi terbentuk melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Pasaman ke-IX yang dirangkai dengan pelantikan pengurus masa bakti 2026–2031.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Selasa (5/5/2026), menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran organisasi kemanusiaan tersebut di tengah meningkatnya tantangan pelayanan sosial dan kebencanaan di daerah.
Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe resmi dilantik sebagai Ketua PMI Kabupaten Pasaman periode 2026–2031. Pelantikan sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan secara profesional, cepat, dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Sinergi dan Dedikasi untuk Kemanusiaan”, pelaksanaan Muskab dihadiri jajaran pengurus PMI Provinsi Sumatera Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kabupaten Pasaman, mantan Ketua PMI Kabupaten Pasaman, pimpinan instansi vertikal, Ketua Baznas, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala puskesmas, hingga pengurus dan relawan PMI dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Parulian Dalimunthe menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PMI Kabupaten Pasaman selama lima tahun ke depan. Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab moral untuk memastikan pelayanan kemanusiaan semakin hadir dan dirasakan masyarakat.
“Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah besar. Tugas kemanusiaan tidak mungkin dijalankan sendiri. Dibutuhkan kerja sama, komitmen, dan dukungan penuh dari seluruh pengurus, relawan, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Parulian.
Ia menegaskan bahwa PMI harus terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, memperluas pelayanan donor darah, serta memperkuat program kesehatan dan aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, tantangan kemanusiaan di Kabupaten Pasaman ke depan semakin kompleks, mulai dari potensi bencana alam, kebutuhan pelayanan kesehatan, hingga berbagai persoalan sosial yang memerlukan respons cepat dan terkoordinasi. Karena itu, sinergi antara PMI dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam meningkatkan efektivitas pelayanan.
Parulian juga mengajak seluruh relawan PMI untuk terus menjaga semangat pengabdian, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta meningkatkan kapasitas diri agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional kepada masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap eksistensi PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang kemanusiaan. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat berbagai program PMI sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru hasil Musyawarah Kabupaten ke-IX, PMI Kabupaten Pasaman diharapkan semakin solid dalam menjalankan fungsi kemanusiaannya, memperluas pelayanan kepada masyarakat, serta menjadi organisasi yang semakin tangguh, responsif, akuntabel, dan dipercaya publik dalam menghadapi berbagai persoalan sosial maupun situasi darurat di Kabupaten Pasaman. (agus)













