Kab. Pasaman

Pemkab Pasaman Genjot 10 Program Unggulan agar Tak Sekadar Janji Politik

120
×

Pemkab Pasaman Genjot 10 Program Unggulan agar Tak Sekadar Janji Politik

Sebarkan artikel ini
Pasaman
Pemkab Pasaman Genjot 10 Program Unggulan agar Tak Sekadar Janji Politik

PASAMAN, ONtime.ID – Keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi fiskal menjadi tantangan yang dihadapi hampir seluruh pemerintah daerah. Namun, Pemerintah Kabupaten Pasaman memilih tetap bergerak dengan mengakselerasi pelaksanaan sepuluh Program Unggulan (Progul) Pasaman Bangkit agar tidak berhenti sebagai janji politik, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian, berbagai program prioritas terus didorong menyentuh sektor-sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, pelayanan publik, pemberdayaan pemuda, hingga penguatan infrastruktur digital di wilayah terpencil.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat evaluasi Program Unggulan yang digelar pada 17 April 2026 di Balerong Pusako Anak Nagari, Rumah Dinas Bupati Pasaman. Forum tersebut dihadiri jajaran pimpinan daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Tim Percepatan Pembangunan guna memastikan setiap program berjalan sesuai target.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Yudesri, didampingi Asisten III Administrasi Umum Setda Pasaman, Roichard, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.

“Kita ingin memastikan semua program tetap on the track dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Yudesri.

Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah program mulai memberikan dampak nyata di lapangan.

Salah satunya melalui Program Wirid Remaja Bangkit yang telah berjalan di sejumlah kecamatan, seperti Simpati, Bonjol, Panti, dan Rao Selatan. Program tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Yudesri menyebut, aktivitas keagamaan di surau dan masjid mulai kembali hidup sebagai ruang pembinaan karakter generasi muda. Pemerintah daerah juga menggandeng organisasi kemasyarakatan Islam untuk memperluas pelaksanaan program hingga ke tingkat jorong.

“Yang dibangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga karakter generasi penerus daerah,” katanya.

Di sektor kesehatan, Pemkab Pasaman terus memperkuat implementasi Universal Health Coverage (UHC), layanan Siaga Ambulans Gratis Pasaman (SIGAP), serta peningkatan kualitas pelayanan di RSUD Tuanku Imam Bonjol.

Saat ini, perangkat daerah terkait tengah menyiapkan survei kepuasan masyarakat terhadap layanan SIGAP sekaligus mengoptimalkan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) guna mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Sementara di bidang pendidikan, pemerintah menyiapkan program pembagian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru. Penyaluran ditargetkan selesai pada Juli hingga awal Agustus 2026 sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat.

Reformasi birokrasi juga menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah. Melalui Program ASN Bangkit, pemerintah berupaya meningkatkan disiplin aparatur sipil negara agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, profesional, dan akuntabel.

Pada sektor pertanian, Pemkab Pasaman mulai mempersiapkan implementasi aplikasi BAGUS (Bajak Gratis Untuk Semua). Program ini dirancang untuk membantu petani memperoleh layanan pembajakan sawah tanpa biaya, dengan pendaftaran dijadwalkan dimulai pada Mei 2026 menjelang musim tanam.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui kerja sama dengan 12 lembaga dan perusahaan penempatan tenaga kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Peluang kerja tersebut mencakup penempatan di Batam, Malaysia, Jepang, hingga Jerman.

Di sektor perumahan, perhatian pemerintah diarahkan pada pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut diperkuat melalui dukungan swadaya masyarakat sebagai wujud semangat gotong royong yang masih terpelihara di Pasaman.

Transformasi digital juga terus dilakukan. Hingga April 2026, puluhan jorong telah menikmati akses internet gratis yang dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas masyarakat di wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan jaringan.

Untuk mendorong pengembangan potensi generasi muda, Pemkab Pasaman membentuk Pusat Kreativitas Anak Nagari di setiap nagari sebagai ruang bagi anak muda mengembangkan seni, budaya, kewirausahaan, dan kreativitas.

Sementara dalam bidang mitigasi bencana, pemerintah menargetkan seluruh nagari berstatus Nagari Siaga Bencana. Program tersebut disertai kegiatan penanaman ribuan pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Evaluasi rutin terhadap seluruh program dilakukan agar setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak berhenti sebatas dokumen perencanaan.

Bagi Pemkab Pasaman, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta membuka peluang bagi kemajuan daerah secara berkelanjutan. (Agus)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID