Kab. Padang Pariaman

Leonardy–Aprinaldi Bertemu: Dari Sporthall, Pasar hingga Sinergi DPRD-Bupati

83
×

Leonardy–Aprinaldi Bertemu: Dari Sporthall, Pasar hingga Sinergi DPRD-Bupati

Sebarkan artikel ini
Leonardy
Leonardy–Aprinaldi Bertemu: Dari Sporthall, Pasar hingga Sinergi DPRD-Bupati

PADANG, ONtime.ID — Pertemuan Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Dr (c) Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, dengan mantan Ketua DPRD Sumatera Barat, H. Leonardy Harmainy, S.IP., MH., Datuak Bandaro Basa, di kediamannya di Ulak Karang, Kota Padang, Selasa (22/9/2026), bukan sekadar agenda silaturahmi.

Pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dari tiga jam itu menjadi ruang bertukar pandangan mengenai arah pembangunan Padang Pariaman, sekaligus membicarakan bagaimana fungsi DPRD dapat didorong lebih jauh agar tidak berhenti pada pembentukan produk hukum daerah.

Sejumlah agenda strategis mengemuka. Di antaranya gagasan pembangunan sporthall representatif dan gedung olahraga beladiri, penguatan sinergi DPRD dengan kepala daerah melalui agenda pembangunan konkret, serta penataan pasar yang tidak semata mengejar pembangunan fisik, tetapi diarahkan untuk menggerakkan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, pendekatan pembangunan pasar bahkan didorong lebih “sindikatif”, sehingga keberadaan pasar tidak berhenti sebagai infrastruktur perdagangan, melainkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

Leonardy, yang memiliki pengalaman panjang di lembaga legislatif, memberikan sejumlah catatan berdasarkan pengalaman selama berada di DPRD Sumbar dan DPD RI.

Ia pernah memimpin DPRD Sumatera Barat selama dua periode, 2004–2014, sebelum menjadi Anggota DPD RI periode 2014–2024. Pengalamannya di dunia legislatif juga bersinggungan dengan sejumlah agenda pembangunan strategis di Sumatera Barat.

Di antaranya pembangunan flyover menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), normalisasi sejumlah sungai, pembangunan kompleks Asrama Haji dan Embarkasi Haji, serta pendirian Politeknik Pelayaran di Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar Leonardy ketika memberikan pandangan kepada Aprinaldi mengenai bagaimana lembaga legislatif dapat mengambil peran lebih aktif dalam mendorong agenda pembangunan daerah.

“Setiap arahan Bang Leo selalu berpijak pada pengalaman panjang beliau di legislatif. Ini menjadi bekal berharga bagi saya dalam merumuskan program kerja DPRD Padang Pariaman ke depan,” ujar Aprinaldi.

Dari Senior Organisasi ke Ruang Pengambilan Kebijakan

Pertemuan kedua tokoh itu juga memiliki latar hubungan yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.

Hubungan Leonardy dan Aprinaldi bermula ketika Leonardy menjabat Ketua DPRD Sumatera Barat sekaligus aktif memimpin Pemuda Pancasila Sumatera Barat. Ketika itu, Aprinaldi yang menjadi Ketua BEM Universitas Negeri Padang dipercaya memimpin Sapma Pemuda Pancasila Sumatera Barat.

Dari relasi senior-junior di organisasi kepemudaan tersebut, hubungan keduanya berkembang menjadi komunikasi dan proses pertukaran pengalaman yang berlangsung hingga kini.

Kini posisi keduanya telah berada pada fase berbeda.

Leonardy telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Anggota DPD RI pada 2024, sedangkan Aprinaldi tengah menjalankan mandat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman periode 2024–2029.

Dengan pengalaman dua dekade di lembaga legislatif, Leonardy kini tidak lagi berada dalam posisi formal sebagai pengambil keputusan politik. Namun, komunikasi dengan tokoh daerah, kader dan generasi yang pernah berada dalam lingkungan organisasinya tetap berjalan.

Bagi Aprinaldi, pengalaman tersebut menjadi salah satu sumber perspektif dalam menjalankan mandatnya sebagai pimpinan DPRD.

DPRD Tak Sekadar Perda

Salah satu pokok pembicaraan yang mengemuka adalah bagaimana memperluas pemaknaan terhadap fungsi DPRD.

Pembentukan Peraturan Daerah tetap menjadi bagian penting dari fungsi legislatif. Namun, dalam diskusi tersebut, DPRD juga dipandang memiliki ruang untuk melahirkan gagasan pembangunan, mengartikulasikan kebutuhan masyarakat, serta mengawal agenda yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan warga.

Dalam konteks Padang Pariaman, pembicaraan itu kemudian diarahkan kepada sejumlah kebutuhan konkret.

Sporthall representatif dan gedung olahraga beladiri dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan pembinaan olahraga dan penyediaan ruang aktivitas masyarakat.

Sementara penataan pasar dipandang memiliki dimensi yang lebih luas. Pasar bukan hanya persoalan bangunan, tetapi juga berkaitan dengan pedagang, distribusi barang, perputaran uang dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Karena itu, pembangunan pasar didorong agar tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi memiliki konsep yang mampu menciptakan efek ekonomi lebih luas.

Aprinaldi dan Modal Pengalaman Organisasi

Aprinaldi sendiri bukan nama baru dalam dunia organisasi dan kepemudaan Sumatera Barat.

Lahir pada 1983 dan berasal dari Kampung Dalam, Padang Pariaman, pengalaman kepemimpinannya telah dibangun sejak usia muda. Ia pernah menjadi Ketua OSIS tingkat SMP dan SMA, Ketua Dewan Kerja Cabang Pramuka Padang Pariaman, hingga Ketua BEM Universitas Negeri Padang.

Karier organisasinya kemudian berlanjut ke dunia kepemudaan dan politik melalui Partai Amanat Nasional.

Sebelum dipercaya menjadi Ketua DPRD Padang Pariaman periode 2024–2029, Aprinaldi merupakan Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman periode 2019–2024.

Pengalaman kepemimpinannya juga tidak hanya berada di ruang politik.

Di dunia olahraga, Aprinaldi pernah memimpin KONI Padang Pariaman. Dalam periode tersebut, Padang Pariaman disebut mencatat sejumlah capaian olahraga, termasuk masuk tiga besar Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, meraih medali emas sepak bola, serta gelar juara nasional pada cabang panahan dan taekwondo.

Latar belakang itu juga berkaitan dengan bidang pendidikan dan olahraga yang ditekuninya. Aprinaldi memiliki gelar Magister Pendidikan dengan disiplin olahraga, sertifikasi AIFO, serta menjadi bagian dari pimpinan Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Sumatera Barat.

Ujian Berikutnya: Menerjemahkan Gagasan Menjadi Agenda

Pertemuan di Ulak Karang tersebut pada akhirnya mempertemukan dua generasi dalam satu ruang diskusi.

Leonardy datang dengan pengalaman panjang di lembaga legislatif dan organisasi. Aprinaldi berada pada posisi yang berbeda: memegang mandat sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Padang Pariaman dengan tanggung jawab terhadap fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan dan representasi masyarakat.

Karena itu, substansi terpenting dari pertemuan tersebut bukan semata hubungan personal dua tokoh yang telah terjalin sejak awal 2000-an.

Yang lebih penting adalah bagaimana gagasan yang dibicarakan dapat diterjemahkan menjadi agenda yang terukur.

Sporthall dan gedung olahraga menyentuh kebutuhan pembinaan generasi muda. Pasar berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Sedangkan penguatan sinergi DPRD dengan bupati menyangkut bagaimana lembaga legislatif menjalankan mandat representasi dan pengawasan sembari mendorong pembangunan yang sesuai kebutuhan daerah.

Dalam konteks tersebut, pengalaman senior dapat menjadi bahan pertimbangan, sementara keputusan dan pelaksanaannya tetap berada pada institusi yang memiliki kewenangan.

Pertemuan lebih dari tiga jam itu pun menjadi gambaran kesinambungan komunikasi lintas generasi—dari Leonardy yang pernah berada di pucuk pimpinan DPRD Sumbar hingga Aprinaldi yang kini memimpin DPRD Padang Pariaman.

Bagi Padang Pariaman, tantangannya kini bukan sekadar melahirkan gagasan pembangunan.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah sejauh mana gagasan tersebut mampu dikawal menjadi kebijakan, program dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID